DEMAK, Jatengnews.id – Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditetapkan sebagai laboratorium hidup (living lab) pengembangan ketahanan pesisir berbasis ekosistem.
Inisiatif ini digagas Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai respons akademik terhadap dampak serius banjir rob dan abrasi di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura).
Baca juga : Diduga Selingkuh, Kades Bedono Ternyata Hanya Menunggu Antrean Pijat
Selama lebih dari dua dekade, Bedono mengalami kemunduran garis pantai yang signifikan. Banjir rob telah merendam permukiman, fasilitas umum, dan lahan produktif, hingga memaksa relokasi 268 kepala keluarga sejak 1999–2007. Kondisi tersebut menjadikan Bedono sebagai salah satu titik krisis lingkungan pesisir paling nyata di Indonesia.
Sejak 2022, FSM UNDIP melalui Cluster for Paleolimnology (CPalim) mengembangkan Bedono sebagai living lab untuk riset dan pembelajaran penerapan Nature-Based Solutions (NbS). Program ini dipimpin Guru Besar FSM UNDIP sekaligus Founder CPalim, Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc.
Menurut Prof. Tri Retnaningsih, pendekatan living lab memungkinkan akademisi tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga terlibat langsung dalam proses adaptasi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Ketahanan pesisir tidak bisa dibangun dengan pendekatan teknis semata. Perlu kolaborasi antara ilmu pengetahuan, pengetahuan lokal masyarakat, serta dukungan kebijakan agar solusi yang dihasilkan berkelanjutan,” ujarnya.
Pendekatan yang dikembangkan FSM UNDIP menitikberatkan pada rehabilitasi dan konservasi mangrove sebagai benteng alami pesisir. Selain berfungsi menahan gelombang dan memperlambat abrasi, mangrove juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung keberlanjutan sumber daya hayati pesisir.
Dalam implementasinya, Bedono menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, masyarakat lokal, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya. Model living lab ini memungkinkan pengujian solusi berbasis ekosistem secara langsung di lapangan sekaligus menjadi sarana edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
FSM UNDIP menilai pengalaman Bedono dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan wilayah pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Baca juga : Ratusan Siswa di Desa Bedono, Antusias Santap Bistik Ayam Program Makanan Bergizi
Melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi, living lab Bedono diharapkan mampu mendorong penguatan ketahanan sosial–ekologis di kawasan pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa. (03)






