SURAKARTA, Jatengnews.id – Inovasi Posyandu Plus di Kota Surakarta kini menjadi sorotan, karena menyediakan layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi remaja dan generasi muda. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai program ini bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Jateng.
“Kesehatan mental itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Posyandu di Surakarta sudah menunjukkan langkah konkret menangani masalah ini. Saya berharap daerah lain bisa meniru,” ujar Wagub seusai meninjau Posyandu Plus Anggrek XV, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Posyandu Magelang Terapkan Enam SPM Sekaligus
Posyandu yang berada di Kelurahan Gilingan, Taman Cerdas, ini menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM), mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat.
Layanan konseling diberikan oleh psikolog profesional dari rumah sakit daerah, khusus untuk menangani kasus bullying, stres, dan gangguan psikis remaja.
Menurut Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, layanan ini sesuai dengan kebutuhan generasi muda yang rentan mengalami tekanan mental.
“Kami ingin Posyandu tidak hanya memberikan imunisasi atau kesehatan fisik, tapi juga menjadi tempat anak-anak dan remaja bisa berbagi dan mendapatkan bimbingan psikologis,” ujarnya.
Data 2025 menunjukkan sebanyak 6.000 warga Surakarta telah mengikuti skrining kesehatan mental, dan sekitar 9 persen dari mereka dirujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut. Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia, menekankan urgensi layanan ini karena tingginya kasus bunuh diri di kalangan remaja.
“Beberapa remaja bahkan melakukan tindakan ekstrem akibat tekanan mental. Dengan adanya psikolog profesional di Posyandu Plus, kita bisa memberi pendampingan dini dan solusi nyata,” jelas Venessa.
Baca juga: Nawal Arafah Yasin Resmi Dilantik Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng
Wagub Jateng juga menyinggung program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang hadir di sekolah-sekolah. Layanan ini termasuk konseling bagi siswa yang mengalami masalah psikologis, sebagai bagian dari upaya pencegahan bunuh diri.
Selain layanan kesehatan, Posyandu Plus juga mendorong kader untuk menghadirkan PAUD, pojok baca, dan literasi digital, sehingga Posyandu menjadi pusat edukasi dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, setiap Posyandu di Jawa Tengah bisa menjadi oase bagi generasi muda, tempat mereka menemukan dukungan, ilmu, dan keamanan psikologis,” kata Wagub menutup kunjungannya.(02)






