28 C
Semarang
, 23 Januari 2026
spot_img

Jelang Ramadan 2026, Pemprov Jateng Perkuat Pengendalian Harga dan Stok Pangan

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

DEMAK, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pangan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pengendalian inflasi menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan tidak hanya dilakukan secara musiman.

Baca juga: Sekda Jateng: Peran DWP Strategis Bentuk Karakter Keluarga ASN

“Inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” kata Sumarno usai menjadi narasumber acara Mutiara Ramadan TVRI Jawa Tengah di Studio I TVRI Jateng, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, Ramadan memiliki karakter khusus karena lonjakan konsumsi masyarakat berlangsung selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, koordinasi lintas daerah dan instansi telah dilakukan sejak dini.

“Ramadan ini berbeda, aktivitas ekonomi meningkat terus. Maka antisipasinya juga harus lebih awal,” ujarnya.

Pemprov Jateng, lanjut Sumarno, mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.

“Pemantauan harga kami lakukan setiap hari. Kalau ada gejolak, langsung kami tindaklanjuti. Kenaikan mungkin tidak bisa dihindari, tapi harus tetap terkendali,” tegasnya.

Hingga saat ini, kondisi harga bahan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan pasokan pangan aman dengan menggandeng Perum Bulog.

“Untuk sekarang harga masih terkendali. Stok juga kami jaga bersama Bulog untuk kebutuhan selama Ramadan,” jelasnya.

Baca juga: Sekda Sumarno Minta Kepercayaan Investor di Jawa Tengah Perlu Dijaga

Terkait cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah seperti Pati, Jepara, dan Kudus, Sumarno menyebut dampaknya terhadap stok pangan Jawa Tengah masih terbatas.

“Kami sudah melakukan pendataan lahan puso dan menyiapkan perlindungan petani melalui asuransi. Dampaknya ke stok pangan belum signifikan karena hanya di beberapa lokasi,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN