Beranda Pariwisata Kuliner Tahu Gimbal Pak Edy, Kuliner Legendaris Semarang Bertahan hingga Generasi Ketiga

Tahu Gimbal Pak Edy, Kuliner Legendaris Semarang Bertahan hingga Generasi Ketiga

Penulis: Penulis: Anis Irfa'ati, Mahasiswa Magang dari Unimus

Tahu Gimbal Pak Edy yang ada di Kawasan Pahlawan Semarang. (Foto: dok/Mahasiswa)

SEMARANG, Jatengnews.id – Tahu Gimbal Pak Edy menjadi salah satu kuliner khas Semarang yang tetap eksis sejak dirintis pada era 1970-an. Usaha kuliner legendaris ini kini telah bertahan hingga generasi ketiga, dengan cita rasa yang tetap dijaga konsistensinya.

Pemilik Tahu Gimbal Pak Edy, Adi, mengungkapkan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh kakeknya, kemudian dilanjutkan oleh sang ayah, hingga akhirnya dikelola olehnya saat ini.

“Ini dari kakek, turun ke bapak, lalu bapak ke saya,” ujar Adi saat diwawancara mahasiswa Unimus magang di Jatengnews.id.

Baca juga: 3 Kuliner Legendaris Khas Kota Semarang Hanya Bulan Ramadhan, Ada Petis Bumbon

Menurut Adi, Tahu Gimbal Pak Edy pertama kali berjualan di kawasan Pahlawan, Kota Semarang, sekitar tahun 1970-an. Seiring waktu, lokasi usaha sempat berpindah ke kawasan Taman KB, sebelum akhirnya menetap di lokasi sekarang. Selama puluhan tahun berdiri, usaha ini tercatat telah tiga kali berpindah tempat.

Adi menjelaskan, nama tahu gimbal memiliki makna tersendiri. Gimbal merujuk pada bakwan udang yang menjadi salah satu komponen utama dalam sajian tahu gimbal khas Semarang.

“Kalau orang luar biasanya menyebut tahu udang atau bakwan udang. Tapi kami dari Semarang bikin ciri khas sendiri, makanya disebut Tahu Gimbal,” jelasnya.

Keunikan Tahu Gimbal Pak Edy terletak pada tekstur gimbal serta kuah dan bumbu kacang yang khas. Untuk menjaga cita rasa tetap sama dari generasi ke generasi, Adi menegaskan pihaknya tidak pernah mengurangi takaran bumbu dan rempah.

“Kami tidak pernah mengurangi takaran rempah, bumbu, maupun sambalnya. Setiap bikin kuah, takarannya selalu sama,” ungkapnya.

Hingga kini, peminat tahu gimbal masih terbilang tinggi, bahkan datang dari berbagai kalangan usia, termasuk anak muda serta pelanggan dari luar kota Semarang.

“Alhamdulillah masih banyak peminatnya, dari dalam kota, luar kota, dari yang muda sampai yang tua,” ujarnya.

Untuk melindungi usaha keluarga tersebut, Tahu Gimbal Pak Edy juga telah mengantongi sertifikat merek dagang. Proses pengurusan dimulai pada 2016 dan resmi terbit pada 2018.

“Setelah bapak meninggal, banyak yang pakai nama Pak Edy. Dari situ kami berpikir untuk mengurus sertifikat merek dagang,” jelas Adi.

Baca juga: ARTOTEL Gajahmada Semarang Perkenalkan Kuliner “Like A Local”

Ia menegaskan sertifikat tersebut menjadi bukti legal bahwa nama Tahu Gimbal Pak Edy merupakan merek dagang asli milik keluarganya.

“Itu hak cipta, merek dagang kami sebagai yang pertama menggunakan nama Pak Edy,” tegasnya.

Adi berharap, tahu gimbal sebagai makanan khas Semarang dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara.

“Semoga tahu gimbal Semarang makin maju dan bisa dikenal sampai luar negeri, supaya kuliner khas Semarang semakin berkembang,” pungkasnya. (01).

Exit mobile version