Beranda Daerah Investor Sepatu Global Batal ke Klaten, Boyolali Kebagian Proyek Rp1 Triliun

Investor Sepatu Global Batal ke Klaten, Boyolali Kebagian Proyek Rp1 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pembangunan pabrik sepatu di Boyolali telah berjalan dan berlokasi di Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari (Foto:ist)

SEMARANG, Jatengnews.id – Rencana investasi pabrik sepatu berlabel internasional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dipastikan batal. Sejumlah investor asal China, Taiwan, dan Inggris justru mengalihkan investasinya ke Kabupaten Boyolali yang kini telah memasuki tahap konstruksi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan pembangunan pabrik sepatu di Boyolali telah berjalan dan berlokasi di Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

Baca juga: Gubernur Jateng Sambut Baik Investor Masuk Wonogiri

“Boyolali sudah berproses konstruksi, terinfo sudah 60 persen,” kata Sakina kepada awak media, Kamis (22/1/2026).

Sebelumnya, para investor tersebut berencana menanamkan modal di Klaten dan Boyolali, bahkan telah melakukan survei lokasi pada Selasa (21/10/2025). Namun, rencana di Klaten tidak berlanjut karena terkendala kesesuaian tata ruang.

“Untuk Klaten, kemarin tidak sesuai dengan tata ruang, sehingga [investor] pindah,” ungkapnya.

Meski batal di Klaten, Sakina menegaskan para penanam modal asing tersebut tetap memilih Jawa Tengah sebagai lokasi investasi. Saat ini, investor masih mencari kawasan industri yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tetap di Jawa Tengah. Ini mereka sedang meminta data KPI, karena yang diminta ternyata LSD, lahan sawah dilindungi,” beber Sakina.

Adapun investasi di Boyolali disebut hampir mencapai Rp1 triliun dan akan dilakukan secara bertahap. Pabrik tersebut memproduksi alas kaki untuk merek internasional seperti Nike, Adidas, Reebok, Onitsuka, Hoka, dan Converse dengan orientasi ekspor.

Baca juga: Kolaborasi Bank Jateng Perkuat Daya Tarik Investasi di Kota Solo

“Mendekati Rp1 triliun. Cuma bertahap, pertama belanja modalnya lahan, kemudian konstruksi,” jelasnya.

DPMPTSP Jawa Tengah berharap proses penjajakan ini dapat berlanjut hingga realisasi penuh, sehingga mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan industri alas kaki di daerah.(02)

Exit mobile version