28 C
Semarang
, 23 Januari 2026
spot_img

Perkuat Sinergi, Kajari Demak Gelar Coffee Morning Bersama Media dan LSM

Perkuat Sinergi, Kajari Demak Gelar Coffee Morning Bersama Media dan LSM

DEMAK, Jatengnews.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Demak menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Demak di Aula Kejaksaan Negeri Demak, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang dikemas secara santai tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara Kejaksaan dengan media dan NGO. Kajari Demak, Milano Raharjo, menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf karena sejak menjabat di Demak belum sempat mengadakan pertemuan dengan jurnalis dan LSM.

Baca juga : Kejari Demak Bantah Tuduhan Markus dalam Kasus Penganiayaan

“Saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf karena sejak menjabat di Demak baru kali ini bisa bertemu langsung dengan rekan-rekan media dan NGO,” ujar Milano Raharjo.

Milano menegaskan, Kejaksaan Negeri Demak terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Ia juga menekankan bahwa Kejaksaan saat ini mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Kami terbuka menerima masukan. Kejaksaan sekarang sudah humanis, sehingga masyarakat tidak perlu takut atau merasa resah saat berurusan dengan kami,” tegasnya.

Secara umum, wartawan yang hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Sejumlah isu strategis turut disampaikan, mulai dari kemitraan hingga persoalan yang berkembang di Kabupaten Demak.

Ketua PWI Demak, Wahib, mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Negeri Demak dalam membangun komunikasi dengan media. Ia berharap kemitraan tersebut dapat terus terjaga demi kepentingan masyarakat.

“Kami berharap kemitraan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa memahami hukum dan penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Demak,” kata Wahib.

Sementara itu, Samsul, perwakilan wartawan lainnya, menyoroti persoalan lingkungan, khususnya penanganan rob dan banjir yang dinilai belum terselesaikan.

“Persoalan di Demak tidak hanya soal hukum, tetapi juga lingkungan seperti rob dan banjir yang belum tuntas. Harapannya aspirasi ini bisa dititipkan melalui Forkopimda,” ujarnya.

Perwakilan wartawan televisi, Ismail, menyoroti maraknya praktik es moni serta potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

“Keberadaan es moni di Demak masih marak dan potensi kerawanan Pilkades perlu diantisipasi sejak dini,” ungkap Ismail.

Dari unsur LSM, perwakilan NGO mengaku awalnya merasa khawatir saat menerima undangan dari Kejaksaan.

“Bagi masyarakat awam, diundang Kejaksaan sering dianggap punya masalah dan terkesan seram,” ujar salah satu perwakilan NGO.

Senada, Aisyah dari NGO menyoroti banyaknya kasus perlindungan perempuan dan anak di Demak. Ia berharap edukasi hukum dapat diperluas melalui program Jaksa Mengajar.

“Kasus perlindungan perempuan dan anak di Demak cukup banyak. Kami berharap dalam program Jaksa Mengajar bisa dimasukkan materi agar remaja tidak mudah tergiur kejahatan melalui media,” katanya.

Baca juga : Kejari Demak Musnahkan Barang Bukti 43 Perkara Inkrah, Sabu 31 Gram dan 6.906 Pil

Kegiatan Coffee Morning berlangsung interaktif dan dua arah, dengan Kejaksaan menerima berbagai masukan dari peserta. Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Elga Nur Fazrin, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Nur Fata, Kepala Seksi Intelijen Niam Firdaus, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN