31 C
Semarang
, 24 Januari 2026
spot_img

PBNU Matangkan Persiapan Muktamar NU, Gus Yahya: Masih Tunggu Proses Organisasi

Meski wacana Muktamar mulai mengemuka, PBNU belum menetapkan waktu pelaksanaannya karena masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan teknis dan organisatoris.

SEMARANG, Jatengnews.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama.

Meski wacana Muktamar mulai mengemuka, PBNU belum menetapkan waktu pelaksanaannya karena masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan teknis dan organisatoris.

Baca juga: PBNU Protes Keras Tayangan Trans7 yang Dinilai Hina Pesantren

Gus Yahya menegaskan bahwa Muktamar merupakan agenda besar organisasi yang tidak bisa diselenggarakan secara tergesa-gesa. Terdapat berbagai proses yang harus dilalui sebelum agenda puncak tersebut digelar.

“Ini sedang dalam proses. Sudah ada pembicaraan-pembicaraan intensif di PBNU mengenai langkah-langkah ke depan terkait pelaksanaan Muktamar,” ujar Gus Yahya saat menghadiri peresmian Gedung PCNU Kota Semarang, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, sebelum Muktamar dilaksanakan, PBNU harus terlebih dahulu menyelenggarakan sejumlah forum organisasi penting, seperti Konferensi Besar (Konbes), Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, serta agenda organisasi lainnya.

“Karena Muktamar ini harus didahului dengan sejumlah proses organisasi, seperti Konbes dan Munas Alim Ulama. Semua itu sekarang sedang kami rancang,” jelasnya.

Menurut Gus Yahya, pembahasan intensif yang dilakukan PBNU saat ini merupakan bagian dari upaya pematangan rencana secara internal, termasuk perhitungan aspek teknis dan kesiapan organisasi.

“Belum ya, untuk Muktamar masih banyak hal teknis yang harus dihitung,” katanya saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan.

Baca juga: Amin Said Husni: PBNU Harus Kerja Organisasi, Bukan Terjabak Konflik

Di luar persiapan Muktamar, Gus Yahya menyampaikan bahwa fokus terdekat PBNU adalah pelaksanaan resepsi peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-100 tahun berdasarkan kalender Masehi.

“Insyaallah akan dilaksanakan di Gedung Istora Senayan pada 31 Januari 2026, pukul 09.00 WIB. Insyaallah semua pihak akan kami undang,” ujarnya.

Ia berharap peringatan satu abad NU versi Masehi tersebut dapat menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sebelum memasuki agenda-agenda besar NU berikutnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN