31 C
Semarang
, 24 Januari 2026
spot_img

Warga Temulus Sukoharjo Tolak Padel dan Cafe, Ganggu Pondok Pesantren dan Masjid

Penolakan disampaikan dalam pertemuan yang digelar bersama Camat Grogol, Kepala Desa Pondok, unsur RT/RW, tokoh pemuda, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, Polsek Grogol, dan manajemen Padel dan Cafe, Jumat (23/1/2026).

SUKOHARJO, Jatengnews.id – Warga Temulus, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, menolak keras rencana pembangunan Padel dan Cafe yang berbatasan langsung dengan masjid dan pondok pesantren.

Penolakan disampaikan dalam pertemuan yang digelar bersama Camat Grogol, Kepala Desa Pondok, unsur RT/RW, tokoh pemuda, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, Polsek Grogol, dan manajemen Padel dan Cafe, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Mobil Meledak, SPBU Cuplik Sukoharjo Terbakar

Camat Grogol Herdis Kurnia menjelaskan, pihak Padel dan Cafe sudah menerima Surat Peringatan pertama (SP 1) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo pada 12 Januari 2026 karena belum memiliki kelengkapan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Padel dan Cafe belum memiliki izin serta kelengkapan bangunan gedung. Kita sudah memberikan surat peringatan pertama agar segera melengkapi perizinan,” ujarnya.

Sementara itu, Saputro dari manajemen Padel dan Cafe mengakui pihaknya sedang mengurus kelengkapan perizinan.

“Kami saat ini sedang dalam proses melengkapi perizinan,” kata Saputro.

Namun, warga tetap menolak. Fachrudin dari unsur pemuda menyampaikan kekhawatirannya.

“Mendengar usaha cafe langsung teringat dengan musik dan hal-hal negatif lainnya yang berbeda dengan kebiasaan warga Temulus,” ujarnya.

Ketua RT 03, Muhadi, juga menyatakan kekecewaannya kepada manajemen. Menurutnya, awalnya pengelola hanya menyampaikan rencana renovasi, bukan usaha hiburan.

Agus Kristianto, tokoh agama setempat, menambahkan, keberadaan Padel dan Cafe yang berdampingan dengan pondok pesantren dan masjid berpotensi mengganggu kenyamanan santri dalam menempuh pendidikan Tahfidzul Qur’an.

Baca juga: Konser Koes Plus dan UMKM Expo Semarakkan Haul ke-29 Ibu Tien Soeharto di Karanganyar

Endro Sudarsono, pendamping pondok pesantren, menekankan risiko gangguan suara dari bola, teriakan pemain, musik, hingga kepadatan lalu lintas. Berdasarkan informasi manajemen, usaha ini akan beroperasi pukul 06.00-24.00.

“Prinsipnya warga menolak pembangunan Padel dan Cafe. Karena mengganggu masyarakat. Apalagi berdekatan dengan masjid dan pondok pesantren,” tegas Endro.

Ia menyarankan agar pengelola mempertimbangkan pindah lokasi atau mengganti jenis usaha yang lebih ramah lingkungan.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN