Beranda Daerah Akhirusannah Yayasan Roudlotul Abidin, Ajak Umat Jalani Agama dengan Penuh Kegembiraan

Akhirusannah Yayasan Roudlotul Abidin, Ajak Umat Jalani Agama dengan Penuh Kegembiraan

Yayasan Roudlotul Abidin menggelar pengajian akbar untuk mengajak umat menjalani agama dengan gembira menjelang Ramadhan.

Yayasan Roudlotul Abidin Blanten, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat Kabupaten Semarang menggelar pengajian akbar dalam rangka Akhirusannah, Khotmil Qur'an TPQ Roudlotul Abidin dan Penutupan Majelis Taklim dusun Blanten. (Foto : Dokumen)
Yayasan Roudlotul Abidin Blanten, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat Kabupaten Semarang menggelar pengajian akbar dalam rangka Akhirusannah, Khotmil Qur'an TPQ Roudlotul Abidin dan Penutupan Majelis Taklim dusun Blanten. (Foto : Dokumen)

SEMARANG, Jatengnews.id – Yayasan Roudlotul Abidin Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, menggelar pengajian akbar dalam rangka Akhirusannah, Khotmil Qur’an TPQ Roudlotul Abidin, sekaligus penutupan Majelis Taklim Dusun Blanten. Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian aktivitas keagamaan menjelang bulan suci Ramadhan.

Ketua panitia pelaksana, M. Talkis, menyampaikan bahwa pengajian akbar bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan umat. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak umat Islam menjalankan agama dengan gembira—mengamalkan ajaran Islam dengan hati yang lapang, penuh syukur dan cinta, bukan karena paksaan atau rasa takut semata,” ujar M. Talkis dalam sambutannya di pelataran Masjid Roudlotul Abidin, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, beragama secara gembira berarti menghadirkan ketenangan, keikhlasan, dan harapan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga agama benar-benar menjadi rahmat. Keimanan yang kuat diyakini mampu membentuk karakter berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memberi kontribusi positif bagi lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Hj. Nur Arifah, dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ia menilai, ancaman terhadap tanah air tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga nonfisik, seperti perpecahan, intoleransi, dan memudarnya nilai persatuan.

“Kami mengajak masyarakat Kabupaten Semarang untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi persatuan, dan berperan aktif menjaga keutuhan bangsa,” kata Nur Arifah.

Ia juga mengajak masyarakat bersyukur atas kondisi wilayah Kabupaten Semarang yang relatif aman, seraya mendoakan saudara-saudara di berbagai daerah yang terdampak bencana agar segera pulih dan diberikan kesehatan.

Lebih lanjut, Nur Arifah menekankan bahwa kedamaian dan suasana kondusif merupakan kunci pembangunan dan kesejahteraan bersama. Hal tersebut hanya dapat terwujud melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kerja sama lintas elemen masyarakat.

“Kami berharap nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan dari pengajian ini dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pengajian akbar menghadirkan penceramah K.H. Amin Musthofa dari Karanganyar, yang disemarakkan dengan iringan grup gambus Seras Entertainment. Sebelum acara puncak, panitia juga menggelar kegiatan bakti sosial bagi ratusan warga kurang mampu di sekitar Masjid Roudlotul Abidin.

Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai unsur, mulai dari Wakil Bupati Semarang, anggota DPRD Kabupaten Semarang, unsur Forkopimcam Ungaran Barat, perangkat Desa Nyatnyono, tokoh agama dan masyarakat, hingga para wali santri dan jamaah majelis taklim setempat. (03)

Exit mobile version