SRAGEN, Jatengnews.id – Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, menjadi contoh keberhasilan pembangunan desa di Jawa Tengah. Dari desa tertinggal, Kaliwedi kini berhasil naik status menjadi desa mandiri.
Berdasarkan Indeks Desa, Kaliwedi pada 2024 masih berstatus desa maju. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Daryono, status tersebut meningkat menjadi desa mandiri pada 2025.
Keberhasilan itu didukung bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
“Pada 2025 kami menerima Bankeu Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp100 juta yang digunakan untuk pengaspalan jalan desa,” kata Daryono, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, perbaikan infrastruktur berdampak langsung pada penguatan ekonomi desa, terutama sektor pariwisata dan BUMDes. Desa Kaliwedi memiliki destinasi unggulan Waterboom Jambangan Permai.
Jumlah pengunjung meningkat dari sekitar 39 ribu orang menjadi lebih dari 80 ribu orang per tahun. Pendapatan waterboom pun melonjak dari Rp800 juta menjadi Rp1,3 miliar pada 2025.
“Jalan yang sudah mulus membuat akses jauh lebih mudah,” ujarnya.
Pemprov Jateng kembali menyalurkan Bankeu sekitar Rp400 juta pada 2026 untuk pembangunan rabat beton dan jalan usaha tani menuju kawasan agrowisata.
Transformasi serupa juga terjadi di Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong. Kepala Desa Jatibatur, Sutardi, mengatakan desanya menerima Bankeu Rp100 juta pada 2025 untuk pengecoran jalan desa.
“Sekarang jauh lebih aman dan nyaman, dan berdampak pada sektor wisata serta pertanian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dispermadesdukcapil Jateng Nadi Santoso menyampaikan, berdasarkan Indeks Desa 2025, Jawa Tengah memiliki 2.208 desa mandiri dan hanya tersisa 15 desa tertinggal.
“Membangun desa harus dilakukan secara kolaboratif lintas OPD. Ketika desa maju dan mandiri, ekonomi daerah ikut tumbuh,” ujarnya.(02)






