Beranda Daerah Jumlah Desa Mandiri di Jateng Melonjak Jadi 2.208 pada 2025

Jumlah Desa Mandiri di Jateng Melonjak Jadi 2.208 pada 2025

peningkatan status desa didorong pendekatan kolaboratif lintas OPD yang terus diperkuat Pemprov Jateng.

Jalan mulus di Desa Kaliwedi Sragen
Jalan mulus di Desa Kaliwedi Sragen (Foto:pemprov)

SEMARANG, Jatengnews.id  – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun dari desa menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan Indeks Desa (ID) 2025, jumlah desa mandiri di Jawa Tengah melonjak menjadi 2.208 desa, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 1.530 desa.

Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah Nadi Santoso mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kebijakan pembangunan desa di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Lonjakan desa mandiri ini menunjukkan pembangunan desa di Jawa Tengah berjalan ke arah yang tepat dan semakin merata,” ujar Nadi, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, penilaian desa pada 2025 menggunakan Indeks Desa (ID) sesuai Permendes PDTT Nomor 9 Tahun 2024, menggantikan Indeks Desa Membangun (IDM).

Indeks Desa menilai kemajuan desa melalui enam dimensi, meliputi layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.

Berdasarkan ID 2025, Jawa Tengah memiliki 2.208 desa mandiri, 3.921 desa maju, 1.666 desa berkembang, dan 15 desa tertinggal. Desa dengan status sangat tertinggal sudah tidak ada.

Menurut Nadi, peningkatan status desa didorong pendekatan kolaboratif lintas OPD yang terus diperkuat Pemprov Jateng.

“Membangun desa tidak bisa dikerjakan satu OPD saja. Semua sektor harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, bantuan keuangan desa menjadi faktor penting. Pada 2024, Bankeu desa mencapai Rp1,6 triliun dan meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2025.

“Ketika dana desa pusat menurun, bantuan provinsi menjadi angin segar bagi desa,” katanya.

Pemprov Jateng menargetkan 15 desa tertinggal segera naik kelas melalui pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan.

“Membangun Jawa Tengah harus dimulai dari desa. Ketika desa mandiri, ekonomi daerah ikut tumbuh,” pungkas Nadi.(02)

Exit mobile version