
Batang, JatengNews.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN-MIT) ke-21 UIN Walisongo Semarang Posko 10 melakukan kunjungan ke UMKM Nemah Miniatur yang berlokasi di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan KKN UIN Walisongo ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat proses produksi sekaligus menggali potensi pengembangan usaha kreatif di tingkat desa.
Nemah Miniatur merupakan UMKM yang bergerak di bidang kerajinan miniatur mobil dan telah berdiri sejak tahun 2020.
Usaha ini berawal dari kegiatan iseng sang pemilik pada masa pandemi Covid-19 akibat keterbatasan aktivitas di luar rumah.
Seiring berjalannya waktu, Nemah Miniatur terus berkembang dan kini mampu memasarkan produknya hingga ke luar Pulau Jawa, seperti Sulawesi dan Papua.
Produk Nemah Miniatur dikenal memiliki keunikan pada detail dan proses pengerjaannya yang dilakukan secara manual.
Setiap miniatur dikerjakan dengan ketelitian tinggi, mulai dari pembuatan rangka hingga tahap finishing, sehingga menghasilkan karya yang memiliki ciri khas tersendiri.
Selain memproduksi miniatur truk dan mobil pick up dengan berbagai ukuran, Nemah Miniatur juga melayani pembuatan model custom sesuai permintaan pelanggan.
Proses pembuatan satu unit miniatur membutuhkan waktu sekitar satu bulan, tergantung tingkat kerumitan desain.
Dari segi harga, produk Nemah Miniatur dibanderol mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta, menyesuaikan bentuk, ukuran, serta tingkat detail miniatur.
Saat ini, Nemah Miniatur dikelola oleh komunitas kecil yang terdiri dari empat orang dengan pembagian tugas satu editor dan tiga orang bagian produksi.
Selain aktif berproduksi, Nemah Miniatur juga kerap mengikuti berbagai ajang kontes miniatur dan telah meraih lebih dari 15 sertifikat dari perlombaan tingkat regional hingga nasional.
Capaian tersebut menjadi bukti kualitas produk sekaligus konsistensi Nemah Miniatur dalam mengembangkan karya kreatif.
Dalam hal pemasaran, Nemah Miniatur memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Akun TikTok @nemahminiaturofficial tercatat memiliki 929,4 ribu pengikut, sementara akun Instagram @nemahminiatur juga aktif menampilkan proses produksi dan hasil karya.
Selain itu, kanal YouTube NEMAH MINIATUR OFFICIAL sebagai media berbagi konten kreatif dan edukatif kepada masyarakat luas telaah memiliki jutaan subscriber.
“Jangan malu untuk memulai segala sesuatu, dan jangan malu untuk mulai berkonten untuk menciptakan motivasi bagi anak muda.” ucap robi, admin media sosial Nemah Miniatur.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN-MIT berharap dapat menambah wawasan mengenai pengelolaan UMKM kreatif sekaligus mendorong promosi dan pengembangan Nemah Miniatur.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai potensi ekonomi kreatif berbasis desa.
Keberadaan UMKM Nemah Miniatur mendapat apresiasi dari Bapak Kepala Dusun dan Pemerintah Desa.
“Keberadaan UMKM Nemah Miniatur sangat membantu kestabilan ekonomi desa. Selain itu, usaha ini juga menjadi contoh nyata bagi para pemuda agar tidak takut berkarya dan berani mengembangkan potensi kreatif,” tuturnya.