KENDAL, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai penggerak kemandirian ekonomi di daerah masing-masing.
Selain mendalami ilmu agama, santri didorong memiliki keterampilan wirausaha agar mampu mengembangkan perekonomian pesantren dan lingkungan sekitarnya.
“Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga harus memberi suri teladan bagaimana mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pondok pesantren,” ujar Taj Yasin saat Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Kendal, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada pada level yang sangat baik, mulai dari pemerintah kabupaten hingga pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jateng menyerahkan tali asih (bisyaroh) kepada santri penghafal Al-Qur’an serta meresmikan Gedung SMA Manba’ul Hikmah sebagai dukungan integrasi pendidikan agama dan umum.
Salah satu santriwati penerima bisyaroh, Wafiq Salma, mengaku bersyukur atas perhatian Pemprov Jateng terhadap para penghafal Al-Qur’an.
Ia berharap program bisyaroh terus berlanjut sebagai motivasi bagi santri agar tetap istiqomah menghafalkan Al-Qur’an.(02)



