25 C
Semarang
, 28 Januari 2026
spot_img

Wagub Jateng Tinjau Lokasi Terparah Banjir Bandang Gunung Slamet, Dorong Penguatan Hutan Lindung

Untuk memastikan penyebab banjir secara menyeluruh, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lanjutan.

PEMALANG, Jatengnews.id  – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung lokasi terparah banjir bandang di Lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2025).

Sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir, diperparah material kayu dan lumpur yang terbawa arus. Taj Yasin juga menemukan pohon-pohon tercabut dengan kondisi akar masih segar.

“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” kata Taj Yasin di lokasi.

Ia menyebut, kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar pada 2017. Material sisa kebakaran yang belum sepenuhnya dibersihkan diduga ikut terbawa arus saat hujan ekstrem terjadi.

Untuk memastikan penyebab banjir secara menyeluruh, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lanjutan. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone belum bisa dilakukan.

“Dalam waktu dekat ini kita coba lihat lagi situasinya, karena kondisinya masih mendung,” ujarnya.

Melihat dampak yang ditimbulkan, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu akan mengusulkan penguatan kawasan hutan lindung kepada pemerintah pusat. Menurutnya, momentum bencana ini harus dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lima kabupaten di kawasan hulu Gunung Slamet.

“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk menyatukan lima kabupaten agar bersama-sama mengajukan penguatan hutan lindung,” tegasnya.

Diketahui, banjir melanda Kecamatan Pulosari dan Moga akibat hujan ekstrem sejak Jumat malam (13/1/2026). Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung meluap, merendam permukiman dan merusak infrastruktur.

Sebanyak 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak, satu warga meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Delapan rumah hanyut, 18 rusak berat, dan 24 rusak sedang. Sejumlah jembatan penghubung antardusun juga dilaporkan terputus. Pemkab Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp217,6 juta berupa logistik pangan dan nonpangan bagi warga terdampak.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN