SEMARANG, Jatengnews.id – Upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas perlindungan jaminan kesehatan kembali menuai apresiasi nasional.
Kota Semarang berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya berkat capaian keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melampaui angka 85 persen.
Penghargaan tersebut diserahkan pada ajang UHC Award 2026 yang berlangsung di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menerima langsung penghargaan yang digelar oleh pemerintah pusat bersama BPJS Kesehatan.
UHC Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui Program JKN, baik dari sisi cakupan kepesertaan maupun tingkat keaktifan peserta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan bahwa predikat kategori Madya diraih karena tingkat keaktifan peserta JKN di Kota Semarang telah melampaui standar nasional.
“Capaian keaktifan peserta JKN di Kota Semarang sudah di atas 85 persen. Ini menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan hingga keaktifan penuh atau 100 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Semarang akan terus memperkuat strategi peningkatan keaktifan peserta melalui optimalisasi peran pemerintah daerah, peserta mandiri, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.
Senada dengan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Semarang, dr. Sari Quratul Ainy, menyebutkan bahwa dari sisi cakupan, kepesertaan JKN di Kota Semarang telah mencapai 100 persen penduduk, dengan tingkat keaktifan berada di atas 80 persen.
“Penghargaan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program JKN, termasuk keberpihakan anggaran dan koordinasi lintas sektor yang berjalan sangat baik,” jelasnya.
Menurut Sari, capaian tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan sekaligus produktivitas masyarakat Kota Semarang.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa penghargaan UHC Award kategori Madya menjadi pemacu bagi Pemkot untuk melakukan percepatan dan pembenahan ke depan.
“Kategori Madya ini menjadi trigger bagi kami untuk bergerak lebih cepat. Target kami jelas, keaktifan JKN 100 persen. Kendala yang ada akan segera kami petakan dan tindak lanjuti,” tegasnya.
Secara nasional, UHC Award 2026 diberikan kepada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota yang dinilai konsisten mendukung Program JKN. Penilaian dilakukan berdasarkan cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta, pendaftaran PBPU oleh pemerintah daerah, serta kepatuhan pembayaran iuran hingga September 2025.
Bagi Kota Semarang, penghargaan ini menjadi penguat arah kebijakan pembangunan sektor kesehatan, sekaligus penegasan komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (03)






