Wonosobo, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MMK UIN Walisongo Semarang Posko 1 Desa Sigedang menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan popok bayi bekas secara ramah lingkungan di Puskesmas Pembantu Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (17/01/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu balita yang sedang mengikuti layanan imunisasi anak.
Mahasiswa KKN memanfaatkan momen pelayanan kesehatan tersebut untuk menyampaikan edukasi langsung kepada ibu balita sebagai pihak yang paling berperan dalam penggunaan popok bayi sehari-hari.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan pentingnya pengelolaan popok bayi bekas yang tepat guna mengurangi pencemaran lingkungan.
Dengan pendekatan komunikatif dan bahasa sederhana, mahasiswa mengajak para ibu untuk lebih peduli terhadap dampak limbah popok terhadap tanah dan air.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa popok bayi sekali pakai tidak seharusnya langsung dibuang.
Salah satu metodenya adalah memisahkan bagian inti penyerap dengan lapisan luar popok.
Mahasiswa KKN menjelaskan, warga dapat menimbun inti penyerap yang telah bersih dari kotoran ke dalam tanah agar terurai secara alami dan membantu kesuburan tanah.
Sementara itu, lapisan luar popok yang berbahan plastik dan kain sintetis dapat dimanfaatkan kembali menjadi kerajinan sederhana.
Mahasiswa mencontohkan pemanfaatan popok bekas sebagai pot tanaman atau bahan isian bantal.
Cara ini dinilai mampu mengurangi volume sampah residu sekaligus mendorong kreativitas rumah tangga.
Selain memberikan tips pengelolaan, mahasiswa KKN juga mengedukasi para ibu tentang dampak negatif pembuangan popok secara sembarangan.
Limbah popok dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran drainase, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Para ibu balita tampak antusias dan aktif bertanya mengenai penerapan metode pengelolaan popok di rumah masing-masing.
Bidan Desa Sigedang mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo.
Menurutnya, sosialisasi ini membantu meningkatkan kesadaran ibu-ibu balita terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. Ia menilai edukasi pengelolaan popok sangat relevan karena berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Salah satu ibu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelumnya masih bingung cara membuang popok bayi bekas dengan benar.
Melalui sosialisasi ini, ia menjadi paham bahwa popok dapat dipisahkan dan dimanfaatkan kembali.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MMK Posko 1 Desa Sigedang berharap dapat menanamkan kebiasaan bijak dalam mengelola limbah popok bayi.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap, langkah sederhana dari keluarga ini mampu berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.






