Wonosobo, JatengNews.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MMK Posko 3 UIN Walisongo Semarang menggelar Simulasi dan Sosialisasi Bencana Gempa Bumi di MTs Ma’arif NU Kejajar, Kelurahan Kejajar, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Bidang Teknis dan Lingkungan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi, khususnya di wilayah rawan bencana.
Seluruh siswa dan siswi MTs Ma’arif NU Kejajar mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan guru dan tenaga kependidikan.
Sosialisasi difokuskan pada pemahaman dasar kebencanaan, mulai dari karakteristik gempa bumi, risiko yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, hingga langkah-langkah penyelamatan diri yang aman dan tepat saat terjadi gempa.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo menyampaikan materi sosialisasi dengan menekankan aspek teknis kebencanaan, seperti pengertian dan jenis gempa bumi, penyebab terjadinya gempa, serta prosedur keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa.
Mahasiswa KKN juga mengaitkan pemaparan materi dengan kondisi geografis dan geologis wilayah Kejajar yang memiliki potensi aktivitas kegempaan.
Usai penyampaian materi, kegiatan berlanjut dengan simulasi evakuasi gempa bumi yang di gelar secara terbatas di aula sekolah.
Dalam simulasi tersebut, siswa mempraktikkan langkah penyelamatan diri, seperti berlindung di bawah meja, melindungi kepala, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, tetap tenang, serta memahami jalur evakuasi menuju titik kumpul.
Koordinator kegiatan, Ridho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap potensi risiko bencana di wilayah Kejajar.
Menurutnya, secara geologis wilayah Kejajar berada di kawasan cincin api Pasifik yang memungkinkan terjadinya gempa bumi, termasuk gempa vulkanik.
Oleh karena itu, edukasi teknis kebencanaan perlu diberikan sejak dini kepada peserta didik.
“Melalui edukasi ini, semoga siswa memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, edukasi kebencanaan berbasis teknis dan lingkungan berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Selain itu, untuk meminimalkan risiko bencana melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, dan perilaku yang tepat.
Lingkungan sekolah menjadi ruang strategis dalam menanamkan sikap tanggap bencana kepada peserta didik.
Pihak MTs Ma’arif NU Kejajar melalui salah satu guru pengajar, Dwi Astuti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.
Ia mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo yang dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait kebencanaan serta memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi potensi gempa bumi.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap kegiatan simulasi dan sosialisasi ini membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan tersebut juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman dan siap menghadapi bencana alam.






