BOYOLALI, Jatengnews.id – Komitmen Bank Jateng dalam mendukung pembangunan daerah kembali diwujudkan melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2025, Bank Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp562 juta untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di 12 desa.
Bupati Boyolali Agus Irawan bersama Pemimpin Bank Jateng Cabang Boyolali Umi Laila Sholichah turun langsung meninjau salah satu lokasi penerima bantuan di Desa Sempulur, Kecamatan Karanggede, Jumat (23/1/2026). Pada kesempatan tersebut, Bank Jateng menyerahkan bantuan pembangunan sumur dalam senilai Rp50 juta guna mengatasi keterbatasan akses air bersih yang selama ini menjadi persoalan warga.
Umi Laila Sholichah menegaskan bahwa program CSR Bank Jateng dirancang sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan terhadap kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, setiap bantuan disalurkan berdasarkan skala prioritas agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.
“Bank Jateng tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui CSR ini, kami ingin ikut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air bersih, hunian layak, hingga penguatan ekonomi desa,” jelas Umi.
Secara garis besar, program CSR tersebut mencakup tiga fokus utama. Di bidang air bersih, pembangunan sumur dalam sedalam 80 meter di Desa Sempulur kini mampu melayani sekitar 70 kepala keluarga serta mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Program serupa juga direalisasikan di Desa Blagung dan Desa Samiran.
Selain itu, Bank Jateng turut mendukung perbaikan kualitas hunian warga melalui renovasi 24 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di wilayah Wonosegoro, Ampel, dan Wonosamodro. Sementara pada sektor ekonomi, bantuan permodalan sebesar Rp50 juta disalurkan kepada BUMDes Bina Sejahtera di Desa Pengkol guna mendorong kemandirian dan aktivitas usaha desa.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Bank Jateng dalam mendukung program pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan dunia perbankan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan Bank Jateng yang konsisten membantu masyarakat Boyolali. Bantuan ini sangat bermanfaat dan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa,” ujar Agus.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh warga. Safrudin, warga Desa Sempulur, mengungkapkan bahwa keberadaan sumur dalam menjadi solusi penting, terutama saat musim kemarau yang kerap menyebabkan kekurangan air bersih.
Dengan jangkauan bantuan yang menyentuh berbagai sektor strategis, Bank Jateng kembali menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan, tetapi juga pada solusi konkret bagi kebutuhan sosial masyarakat. (03)






