KUDUS, Jatengnews.id – Sebanyak 91 siswa SMA Negeri 2 Kudus dilarikan ke sejumlah rumah sakit akibat dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1/2026).
Hingga saat ini, 64 siswa masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan.
Berikut adalah urutan peristiwa atau kronologi dugaan keracunan massal tersebut:
1. Gejala Awal Muncul Sejak Rabu Malam
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Budi Santosa, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mulai terasa beberapa jam setelah siswa dan guru menyantap menu MBG pada Rabu (28/1/2026) siang.
“Guru-guru sebenarnya sudah merasakan sakit perut dan diare sejak Rabu malam, tetapi mereka belum berani menyimpulkan penyebabnya,” ujar Budi saat memberikan keterangan, Kamis siang.
2. Kondisi Memburuk pada Kamis Pagi
Dugaan keracunan semakin kuat saat kegiatan belajar mengajar dimulai pada Kamis pagi. Ruang UKS sekolah mendadak penuh, dan banyak siswa yang berkali-kali meminta izin ke toilet.
Melihat kondisi siswa yang semakin lemas dan memprihatinkan, pihak sekolah segera bertindak cepat menghubungi layanan darurat. Sekolah mengerahkan ambulans dan kendaraan operasional untuk mengevakuasi para siswa ke puskesmas serta rumah sakit terdekat.
3. Menu Soto dengan Ayam Suwir Diduga Basi
Budi mengungkapkan bahwa menu yang dikonsumsi para korban adalah soto dengan pelengkap ayam suwir. Berdasarkan kesaksian beberapa orang yang menyantapnya, ada indikasi bahan makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.
“Beberapa orang sempat merasakan ayam suwirnya sudah terasa kecut atau diduga basi,” jelasnya lebih lanjut.
4. Sebaran Penanganan Medis
Pihak medis saat ini tengah menangani puluhan siswa di beberapa titik fasilitas kesehatan di Kudus, antara lain:
- UGD RS Sarkies
- RSUD dr. Loekmono Hadi
- RS Kumala Siwi
- RS Mardi Rahayu
- RS Aisyiyah. (01).
