SEMARANG, Jatengnews.id – Ratusan siswa SDN Tlogosari Wetan 01 Kota Semarang menggelar kegiatan outing class di Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).
Para siswa yang datang bersama guru dan wali murid ini mengunjungi dua lokasi edukasi utama, yakni sentra olahan kolang-kaling dan Green Fresh Farm (GFF) yang menjadi pusat pengolahan susu sapi.
Praktik Langsung Olah Kolang-Kaling dan Susu Sapi
Pantauan Jatengnews.id menunjukkan rombongan tiba pukul 08.30 WIB di Bumi Perkemahan Harda Walika Jatirejo. Pihak pengelola langsung membagi 160 siswa dan 20 guru pendamping ke dalam dua kelompok agar edukasi berjalan lebih efektif.
Kelompok pertama mengikuti edukasi olahan kolang-kaling. Di sini, para siswa belajar membuat manisan dan kerupuk kolang-kaling, bahkan berkesempatan mengolah adonan kerupuk sendiri. Sebelumnya, mereka menyimak sejarah Desa Wisata Jatirejo sebagai kampung olahan kolang-kaling terbesar di Kota Semarang.

Sementara itu, kelompok kedua menuju lokasi GFF menggunakan kereta wisata (odong-odong). Di sana, anak-anak mengikuti cooking class susu sapi, memberi pakan, hingga memerah susu sapi secara langsung.
Apresiasi Sekolah dan Pengelola
Mukhamaad Rokhimin, salah satu guru SDN Tlogosari Wetan 01, menyatakan kekagumannya atas antusiasme para siswa. Menurutnya, praktik langsung memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan daripada sekadar teori di kelas.
“Anak-anak sangat antusias melihat proses pembuatan kerupuk dan memerah sapi. Di sini mereka bisa langsung praktik, berbeda dengan di kelas yang lebih banyak teori,” ujar Rokhimin yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kepada Jatengnews.id

Senada dengan hal tersebut, Ketua Desa Wisata Jatirejo, Deni Wikuncoro, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap pengalaman lapangan ini mampu memperkaya wawasan siswa yang tidak mereka dapatkan di bangku sekolah formal.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan dan kunjungan SDN Tlogosari Wetan 01. Semoga edukasi hari ini benar-benar memberikan pengalaman luar biasa bagi siswa yang tidak diajarkan di sekolah,” tutur Deni.
Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama dan kesan positif dari para orang tua siswa yang turut mendampingi. Fasilitas yang bersih serta penyambutan yang terorganisir membuat agenda luar kelas ini berjalan aman dan kondusif. (01).






