32 C
Semarang
, 31 Januari 2026
spot_img

Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Pascabencana Pemalang Paripurna

Ahmad Luthfi menegaskan penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, terutama menyangkut pemulihan masyarakat terdampak.

PEMALANG, Jatengnews.id  – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengecek langsung tindak lanjut penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat (30/1/2026).

Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi menegaskan penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, terutama menyangkut pemulihan masyarakat terdampak.

“Hari ini kita memastikan bahwa penanganan masyarakat terdampak benar-benar clear dan paripurna,” kata Ahmad Luthfi usai memberikan arahan di Kantor Kecamatan Pulosari dan meninjau lokasi bencana di Desa Penakir.

Ia menyampaikan, sejak hari pertama kejadian, penanganan bencana di Pemalang telah dilakukan secara holistik. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat telah bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Ahmad Luthfi merinci, di Kecamatan Pulosari tercatat sebanyak 813 kepala keluarga atau 2.777 jiwa mengungsi. Selain itu, sekitar 80 rumah rusak, 78 bidang lahan terdampak, serta belasan jembatan mengalami kerusakan.

“Yang paling penting bukan hanya hari ini, tapi bagaimana kita memikirkan pemulihan ke depan agar masyarakat benar-benar terbantu secara maksimal,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pendataan korban secara detail dengan sistem by name by address, termasuk kerusakan rumah, lahan pertanian, barang berharga, hingga hewan ternak. Data tersebut menjadi dasar pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Untuk lahan pertanian yang terdampak banjir, pemerintah provinsi akan mengajukan klaim asuransi pertanian agar petani dapat segera bangkit.

Di sektor pendidikan, Ahmad Luthfi telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tempat belajar sementara serta menerjunkan guru-guru kompeten guna mendampingi anak-anak di lokasi pengungsian.

Sementara di bidang kesehatan, ia meminta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin. “Kalau ada kondisi darurat, langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat,” tegasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN