SURAKARTA, Jatengnews.id – Pemerintah terus mempercepat penambahan jumlah dokter spesialis guna pemerataan layanan kesehatan di seluruh daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui kerja sama Kementerian Kesehatan dengan perguruan tinggi dan rumah sakit daerah lewat program pendidikan dokter spesialis di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia saat ini masih membutuhkan 1.165 dokter spesialis dengan kompetensi tambahan untuk layanan prioritas jantung, stroke, dan kanker.
“Antrean layanan jantung dan stroke masih panjang, padahal golden period penanganannya hanya hitungan jam. Kalau layanan hanya ada di rumah sakit besar, tentu kasihan pasien,” ujar Budi saat Rakontek Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Hotel Mercure Solo, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, melalui pendidikan dokter spesialis di RSPPU, pemerintah berharap dapat mencetak lebih banyak dokter spesialis yang nantinya ditempatkan di rumah sakit daerah yang belum memiliki layanan tersebut.
“Dokter-dokter itu akan ditempatkan ke rumah sakit yang belum punya dokter spesialis,” katanya.
Budi menargetkan kekurangan dokter spesialis dapat terpenuhi dalam waktu 5–10 tahun ke depan, bahkan diupayakan lebih cepat dari target tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Kesehatan menandatangani nota kesepahaman dengan RSUD Prof Margono Soekarjo Purwokerto, RSUD Dr Moewardi Surakarta, serta Universitas Diponegoro untuk membuka pendidikan spesialis bedah saraf, bedah anak, dan mikrobiologi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penguatan layanan kesehatan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan program kesehatan berjalan efektif dan akseleratif.
“Program kesehatan di Jawa Tengah sepanjang 2025 berjalan efektif, seperti dokter spesialis keliling dan cek kesehatan gratis. Harapannya, 2026 bisa lebih baik lagi,” ujarnya.(02)
