28 C
Semarang
, 31 Januari 2026
spot_img

Dampingi Menko Pangan, Wali Kota Semarang Dorong KKMP Jadi Percontohan Nasional

Menteri Zulkifli Hasan menilai Wali Kota Semarang mendukung program KKMP terbaik di Jawa Tengah.

SEMARANG, Jatengnews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Jawa Tengah sebagai provinsi paling siap dan progresif dalam menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP).

Penilaian tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung KKMP Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (30/1/2026).

Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut penilaian itu merupakan hasil kunjungan lapangan ke sejumlah daerah yang kemudian dilaporkannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya keliling ke Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, lalu saya lapor ke Presiden. Saya sampaikan, Jawa Tengah yang terbaik,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah daerah hingga kelurahan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan Jawa Tengah dibanding wilayah lain. Zulhas pun menargetkan seluruh KKMP sudah beroperasi penuh mulai Maret 2026.

Menurutnya, KKMP merupakan bagian dari strategi besar pemerintah yang saling terhubung dengan agenda swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan ekonomi berbasis koperasi.

“Semua program Presiden itu saling terkait. Swasembada pangan adalah kunci agar kita tidak tergantung pada impor. Koperasi Merah Putih menjadi simpul pentingnya,” jelasnya.

Ke depan, Zulhas menyebut KKMP akan menjadi pemasok utama bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengapresiasi KKMP Sampangan yang dinilainya telah disiapkan secara matang dan berpotensi menjadi rujukan nasional.

“Koperasi Merah Putih di Semarang sudah punya konsep dan kemasan yang baik. Banyak daerah datang untuk belajar ke sini,” kata Agustina.

Ia mengakui pengelolaan koperasi berskala besar di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi keberlanjutan bisnis. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi antaranggota, ia optimistis KKMP Sampangan dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Dengan bangunan dan etalase usaha sebesar ini, tantangan bisnis ke depan harus dijawab dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Agustina menambahkan, pemerintah pusat akan mendukung operasional koperasi melalui pasokan barang dari Bulog serta kebijakan yang mendorong SPPG menyerap kebutuhan pangan dari koperasi. Pemkot Semarang juga memperkuat basis anggota koperasi melalui kebijakan internal.

“Kami sudah mengeluarkan edaran, seluruh ASN ber-KTP Kota Semarang wajib menjadi anggota koperasi,” tegasnya.

Saat ini, Kota Semarang memiliki 177 koperasi kelurahan. Sebanyak sembilan di antaranya telah aktif dengan omzet harian di atas Rp10 juta, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran usaha hingga Rp70 juta per hari.

Sementara itu, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyampaikan bahwa koperasinya telah beroperasi sebelum gedung baru selesai dibangun. Ia memastikan kesiapan operasional sudah hampir maksimal.

“Sebelum gedung ini berdiri, kami sudah bekerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, hingga Pertamina,” ungkapnya.

Dengan rampungnya pembangunan gedung, Kuncar menyebut koperasi tinggal meningkatkan volume distribusi. Bahkan, operasional penuh bisa dimulai lebih cepat dari jadwal.

“Target Maret kami siap. Sebenarnya awal Februari pun sudah bisa, tinggal memindahkan barang,” katanya.

Adapun produk yang disiapkan meliputi beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta komoditas UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur, yang akan disalurkan ke anggota koperasi maupun kios-kios kecil di sekitar wilayah Semarang. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN