27 C
Semarang
, 3 Februari 2026
spot_img

45 Bencana Terjadi di Jateng, Warga Diminta Tetap Waspada

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 45 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah pada periode 1–25 Januari 2025. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih berlangsung hingga 9 Februari 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Bencana tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 5 orang luka-luka, 9.729 orang mengungsi, serta 308.108 orang terdampak. Selain itu, kerusakan terjadi pada rumah tinggal, fasilitas umum, lahan pertanian, dan perikanan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Pemprov Jateng telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari rekayasa cuaca, distribusi logistik, hingga pemulihan akses jalur bantuan.

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” kata Sumarno usai Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Semarang, Senin (2/2/2026).

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengoptimalkan pompa untuk penanganan banjir serta memberikan layanan trauma healing dan psikososial bagi pengungsi, terutama anak-anak dan perempuan.

Sumarno menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah rehabilitasi pascabencana setelah kondisi cuaca benar-benar stabil. “Kami akan segera masuk tahap perbaikan infrastruktur yang rusak,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026.

Prakirawan BMKG, Rany Puspita, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, serta menghindari aktivitas luar ruang saat cuaca ekstrem.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN