
DEMAK, Jatengnews.id – Kapolsek Sayung AKP Suprapto menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi warga Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang telah lebih dari sebulan terisolasi akibat cuaca ekstrem, abrasi, dan terputusnya akses jalan.
“Kami turut berempati kepada warga Bedono, khususnya Dukuh Tambaksari. Bantuan ini sebagai upaya sedikit meringankan beban agar warga tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Suprapto saat dikonfirmasi, Selasa (2/2/2026).
Sebulan lebih terisolasi di tengah laut, warga Dukuh Tambaksari akhirnya mendapat bantuan bahan pokok makanan serta layanan kesehatan dari Polsek Sayung yang menggandeng Puskesmas Sayung 1. Bantuan tersebut disalurkan dengan menempuh jalur laut menggunakan perahu, lantaran akses darat berupa jalan setapak dari tumpukan batu dan bambu telah putus diterjang ombak.
Dukuh Tambaksari yang dikenal sebagai kawasan Makam Terapung Syech Mudzakir dulunya merupakan wilayah daratan. Namun abrasi menahun dan rob membuat kawasan ini tenggelam. Saat ini, setidaknya terdapat 12 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa yang bertahan hidup dengan mendirikan rumah panggung di atas genangan air laut.
Salah satu warga, Susana, mengungkapkan bahwa angin kencang dan gelombang pasang memaksa warga bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas. Bahkan, ketika ombak besar datang, akses perahu pun menjadi sangat berisiko.
“(Makan) seadanya aja, yang ada di rumah. Alhamdulillah masih sedik-sedikit ada,” kata Susana.
Ia mengaku, dalam dua bulan terakhir kaum perempuan tidak berani keluar dari Dukuh Tambaksari karena akses yang tidak memungkinkan. Jika bahan makanan habis, para suami terpaksa mempertaruhkan nyawa berjalan kaki menuju pantai.
“Kalau habis terpaksa kita keluar jalan kaki. Kalau naik perahu juga ndak bisa, itu pun yang bapak-bapak. Kalau ibu-ibu sama sekali tidak bisa keluar,” ungkapnya.
Sementara itu, Masmuah (57), warga lainnya, mengeluhkan sakit lambung yang telah dideritanya selama setahun terakhir. Keterbatasan akses membuatnya harus menahan sakit dan hanya mengandalkan obat warung.
“Sakit lambung sudah setahun. Mau berobat nunggu gelombang kecil dulu baru bisa keluar,” tuturnya.
Ia mengaku terakhir kali berobat sekitar dua bulan lalu. “Kalau nggak bisa keluar ya cukup minum promag,” ujarnya sembari tersenyum.
AKP Suprapto menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Sayung 1 agar warga tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan secara langsung.
“Tadi kami bersama rekan-rekan puskesmas menggunakan perahu. Kalau lewat darat memang ada jalan desa, tapi karena diterjang ombak ada beberapa titik yang terputus dan tidak aman dilalui,” jelasnya.
Perjalanan menuju Dukuh Tambaksari pun bukan tanpa risiko. Di tengah gelombang pasang, perahu yang membawa tim Polsek Sayung dan tenaga kesehatan sempat terombang-ambing cukup keras, bahkan membuat sebagian tenaga medis berteriak histeris saat perahu dihantam ombak besar.
Meski demikian, bantuan tetap berhasil disalurkan, membawa harapan dan kelegaan bagi warga Dukuh Tambaksari yang selama ini bertahan hidup di tengah keterisolasian laut. (03)