Magelang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026 Tim 48 menggelar pemaparan materi dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Hubungan Pendidikan dan Dunia Kerja”.
Kegiatan tersebut berlangsung bersama Karang Taruna Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, Kabupaten Magelang, Senin (17/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan membahas kesiapan pemuda desa dalam menghadapi dunia kerja di tengah tantangan ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja.
FGD yang berlangsung di Balai Desa Legokclile ini diikuti oleh pemuda Karang Taruna dan dilaksanakan secara terbuka serta kondusif.
Peserta terbagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk memudahkan penyampaian pandangan dan pengalaman terkait pendidikan serta realitas dunia kerja yang mereka hadapi.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Indonesia terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang berperan dalam membentuk kompetensi individu.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa pendidikan formal masih dianggap penting, namun penguasaan soft skill dan hard skill dinilai lebih berpengaruh dalam meningkatkan peluang kerja.
Peserta FGD juga menyoroti masih adanya ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan persyaratan kerja yang tersedia di Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan utama bagi pemuda dalam memasuki dunia kerja, sehingga perlunya pengembangan keterampilan tambahan dan kesiapan beradaptasi.
Sebagai luaran kegiatan, hasil pemaparan dan diskusi FGD dirangkum dalam sebuah infografis yang memuat gambaran hubungan pendidikan dan dunia kerja beserta temuan utama diskusi.

Infografis tersebut diunggah melalui akun Instagram KKNR Legokclile sebagai media informasi, dokumentasi, dan edukasi bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pemuda Desa Legokclile memahami pentingnya pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Mahasiswa KKN juga mendorong kegiatan ini menjadi bahan refleksi bersama dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan.






