26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

Waspada Teror Monyet Liar di Permukiman Pesisir Demak

Teror monyet liar kembali terjadi di Demak. Seorang bayi perempuan diserang saat tidur di kamar rumahnya.

DEMAK, Jatengnews.id – Teror monyet liar kembali menghantui warga pesisir Kabupaten Demak. Seekor monyet liar dilaporkan masuk ke permukiman warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung, dan menyerang seorang bayi perempuan berusia empat bulan hingga mengalami luka serius dan harus menjalani operasi bedah.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (2/2/2026) sore. Korban bernama Areta Aghnia Prameswari diserang monyet liar saat sedang tidur di dalam kamar rumahnya. Saat kejadian, sang ibu tengah beraktivitas di bagian belakang rumah dan tidak menyadari bahaya yang datang secara tiba-tiba.

Kapolres Demak AKBP Arizal Samelino Gandasaputra melalui Kapolsek Sayung AKP Suprapto membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, monyet liar itu masuk ke dalam rumah tanpa disadari dan langsung menyerang korban.

“Anak itu sedang tidur di kamar, ibunya di belakang rumah. Monyet masuk dan langsung menyerang,” ujar AKP Suprapto saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup parah. Kepala bayi mengalami robekan dan sejumlah bagian tubuhnya tercakar. Korban segera dilarikan ke RSUD Demak untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kepalanya robek, tubuhnya tercakar. Langsung dilakukan tindakan bedah di RSUD Demak. Saat ini kondisinya berangsur membaik dan sudah berada di ruang perawatan biasa,” jelas Kapolsek.

Petugas kepolisian bersama warga telah berupaya menangkap monyet liar tersebut. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Monyet diketahui kabur kembali ke kawasan hutan mangrove di sekitar permukiman warga.

“Kami sudah ke lokasi sejak kemarin. Ada informasi dari warga terdapat sekitar tiga ekor monyet liar. Sempat kami pancing dengan pisang, monyetnya datang, tapi saat didekati langsung kabur ke hutan mangrove,” ungkap Suprapto.

Kapolsek menjelaskan, kemunculan monyet liar di permukiman warga diduga kuat dipicu oleh rusaknya ekosistem hutan mangrove di sekitar Desa Bedono. Kondisi mangrove yang kering dan rusak membuat sumber makanan berkurang, sehingga monyet turun ke perkampungan untuk mencari makan.

“Wilayah itu memang dekat hutan mangrove. Karena sebagian rusak, ekosistem makanannya berkurang dan akhirnya monyet sering masuk ke permukiman,” terangnya.

Keresahan juga disampaikan warga setempat. Bambang, salah satu warga Desa Bedono, menyebut kemunculan monyet liar sudah lama terjadi dan kini semakin meresahkan karena telah menimbulkan korban.

“Awalnya kami anggap tidak apa-apa, kalau datang dikasih makan. Tapi namanya hewan liar, perilakunya tidak bisa ditebak. Sekarang sudah ada beberapa korban, di Surodadi juga ada yang digigit,” ujarnya.

Menurut Bambang, selama ini monyet-monyet tersebut kerap diberi makan oleh warga atau mengambil dagangan seperti pisang, pepaya, dan buah-buahan lainnya. Namun jumlah monyet yang semakin banyak membuat warga ketakutan.

“Ini bukan cuma satu ekor, terlihat lebih dari tiga ekor monyet liar. Warga sekarang benar-benar takut,” katanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi penanganan monyet liar di kawasan pesisir Demak agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan warga dapat terjamin. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN