26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

UMKM Jawa Tengah Tampil Memukau di Inacraft 2026, Perempuan Jadi Tulang Punggung Kerajinan

Beragam karya kriya dan wastra khas Jawa Tengah tampil di Assembly Hall, mulai dari batik, fesyen, aksesoris, hingga kerajinan berbasis serat alam dan kayu yang menonjolkan kearifan lokal.

JAKARTA, Jatengnews.id  – Paviliun Jawa Tengah di The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 menjadi sorotan pengunjung dengan beragam produk kerajinan dan UMKM unggulan, yang dipamerkan pada 4–8 Februari di Jakarta International Convention Center (JICC).

Beragam karya kriya dan wastra khas Jawa Tengah tampil di Assembly Hall, mulai dari batik, fesyen, aksesoris, hingga kerajinan berbasis serat alam dan kayu yang menonjolkan kearifan lokal. Produk-produk unik itu menarik perhatian pengunjung, seperti keramik artistik, bed cover bermotif batik, hingga kaligrafi kayu.

Salah satunya Wade Ceramic asal Blora, yang menghadirkan keramik stoneware dengan motif daun jati asli. Pemiliknya, Linda, menjelaskan bahwa setiap produk memiliki karakter berbeda karena dicetak dari daun jati asli.

“Ini dicetak dari daun asli, jadi bentuknya pasti berbeda dengan piring lain. Dari warnanya dan serat-seratnya ini semua asli dari Blora,” ujar Linda, Kamis (5/2/2026). Ia menambahkan, tanah liat yang digunakan dicampur dari beberapa daerah, termasuk Blora, Sukabumi, dan Kalimantan, untuk menghasilkan warna dan karakter unik.

Sementara dari Pekalongan, Maharani Craft menampilkan bed cover berbahan limbah perca batik. Ana Setiana, pengelola Maharani Craft, mengatakan produk ini mampu mengubah potongan kain kecil menjadi karya berukuran besar dengan nilai jual tinggi.

“Cukup percaya diri dengan produk saya karena etnik dan unik. Limbah kain batik yang belum dimanfaatkan, kami ubah jadi barang bernilai jual tinggi,” katanya.

Kreasikayukuu asal Boyolali menampilkan kaligrafi kayu, mulai dari Asmaul Husna, Ayat Kursi, hingga dekorasi mihrab. David Fahri Maulana berharap partisipasi di Inacraft 2026 dapat memperluas jejaring dan memperkuat penjualan produk secara offline.

“Harapannya kami bisa mendapatkan ilmu marketing dan jangkauan baru supaya produk kami lebih menjual lagi. Selama ini masih online, sekarang ingin offline juga berkembang,” ungkap David.

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan bahwa 22 unit stan dari 14 kabupaten/kota menampilkan 69 pelaku UMKM, dengan 90 persen pengrajin perempuan. Semua produk telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas.

“Kami mengajak seluruh warga Jawa Tengah, serta masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya, untuk hadir dan mengunjungi Inacraft di JCC,” ajak Nawal.

 Ia menambahkan bahwa partisipasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk memberdayakan pelaku UMKM dan menggeliatkan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN