26 C
Semarang
, 7 Februari 2026
spot_img

BPS: Kemiskinan Jateng Kembali Turun, Tersisa 9,39 Persen

Kepala BPS Jateng Ali Said mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi daerah yang membaik.

SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Jawa Tengah terus menunjukkan perbaikan.

Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 3,34 juta orang atau 9,39 persen, turun dibanding Maret 2025 yang mencapai 9,48 persen.

Kepala BPS Jateng Ali Said mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi daerah yang membaik.

“Kalau kita bandingkan dengan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang 21,86 ribu orang. Dibanding September 2024, penurunannya mencapai 51,52 ribu orang,” ujarnya Kamis (5/2/2026).

Ali menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen (YoY) pada triwulan III 2025 menjadi salah satu faktor pendorong.

Selain itu, produksi padi naik 484 ribu ton GKG, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,66 persen.

Dalam pengukuran menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach), BPS menetapkan Garis Kemiskinan sebesar Rp570.870/kapita/bulan.

Terdiri dari GK makanan Rp432.788 dan GK bukan makanan Rp138.082.

Jika dihitung per rumah tangga miskin, angkanya menjadi Rp2.557.498/bulan, dengan rata-rata jumlah anggota keluarga miskin 4,48 orang.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga membaik. Indeks kedalaman kemiskinan turun ke 1,507 dari 1,557, sedangkan indeks keparahan turun menjadi 0,338 dari 0,354.

“Gini ratio pun turun dari 0,359 menjadi 0,350. Artinya, ketimpangan pengeluaran ikut membaik,” pungkasnya.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN