Beranda Daerah Gus Yasin Minta Masalah PPP Jateng Diselesaikan Internal

Gus Yasin Minta Masalah PPP Jateng Diselesaikan Internal

Gus Yasin tanggapi laporan dugaan penggelapan dana saksi di Polda Jateng. Simak pernyataannya di sini.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen. (Foto:Kamal)
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen. (Foto:Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau yang akrab dipanggil Gus Yasin, respon pelaporan dugaan penggelapan dana saksi ke Polda Jateng.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Sukoharjo, Dableg Siswo Sunarto merupakan pihak yang melaporkan eks Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Masruhan Samsurie ke Polda Jateng.

Pelaporan tersebut berkaitan dengan dugaan penggelapan dana saksi pada Pemilu 2024.

Menanggapi ini, Gus Yasin meminta para pengurus partai untuk menyelesaikan persoalan secara internal.

“Yang jelas bahwa ini kita lagi dalam tahap pembenahan internal, maka saya menghimbau pengurus yang ada di wilayah maupun di kabupaten untuk tidak melakukan perubahan-perubahan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur tersebut usai kegiatan Musrembang di gedung Gradhika Semarang, Jumat (6/2/2026).

Kiranya, persoalan seperti ini perlu diredam dan diselesaikan secara kepartaian demi mempersiapkan Pemilu 2029.

“Kita butuh suara untuk 2029, cukup kita selesaikan di internal dan pusat. Tidak usah libatkan pengurus atau kader dibawah,” katanya.

Usai dilantik Sekjen tempo lalu, Gus Yasin juga pernah menyampaikan bahwa Pemilu 2029, ia menargetkan untuk merebut kembali suara 8 juta di tingkat DPRD kabupaten/kota demi mendongkrak suara senayan.

Kembali ke kasus ini, pihaknya tetap akan mengawal dan mengawasi perkembangannya.

“Saya akan mengawal itu semua, laporannya bagaimana, tanggapannya bagaimana,” ujarnya.

“Kalau memang itu hanya ego karena ada Muswil (Musyawarah Wilayah/Pemilihan Ketua DPW), ya itu tidak perlu dibawa ke ranah politik supaya tidak membikin tambah runyam partai ini,” sambungnya.

Menanggapi adanya pemberhentian Ketua DPW PPP Jateng, sehingga muncul Plt untuk menggantikan Masruhan, dirinya memberikan sinyal bahwa itu tidak sah.

“Kan nggak ada tanda tangannya Sekjen kan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa proses pergantian Ketua DPW itu harus melalui pengurus DPP PPP atau tidak bisa secara serta merta mandiri di wilayah.

“Kalau memang itu masa periodenya sudah habis tolong disampaikan kepada kami supaya nanti di pengurus DPP bisa memperpanjang dan menangani masalah ini dulu,” katanya.

Terpisah, Masruhan saat dihubungi Jatengnews.id pihaknya masih enggan memberikan tanggapan dan menyampaikan bakal memberikan respon ketika waktunya tepat.

“Saya sudah 2 periode. Nanti pada saatnya tak kirimi rilis,” jawabnya perihal rencana Muswil DPW PPP Jateng dan pelaporan tersebut. (03)

Exit mobile version