26 C
Semarang
, 8 Februari 2026
spot_img

6 Kuliner Khas Semarang Legendaris yang Wajib Anda Coba: Dari Tahu Gimbal hingga Ganjel Rel

Penulis: Anis Irfa'ati & Dimas Nurhidayat, Mahasiswa Magang dari Unimus

SEMARANG, Jatengnews.id — Di tengah gempuran kuliner modern, makanan khas Semarang tetap kokoh memikat lidah para pelancong. Cita rasa autentik yang terjaga puluhan tahun menjadikan deretan kuliner ini sebagai ikon tak tergantikan bagi Kota Atlas.

Berikut adalah enam rekomendasi kuliner legendaris Semarang yang wajib masuk dalam daftar buruan Anda:

1. Tahu Gimbal Pak Edi

Masyarakat Semarang telah mengenal tahu gimbal sejak tahun 1970-an. Nama “Gimbal” merujuk pada udang goreng tepung renyah yang sekilas menyerupai bakwan.

Salah satu kedai yang paling tersohor adalah Tahu Gimbal Pak Edi. Pak Edi mengawali usahanya di kawasan Pahlawan, namun kini Anda bisa menemukannya di ujung lapak PKL Taman Indonesia Kaya.

Dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000, Anda mendapatkan satu porsi penuh tahu goreng, lontong, kol, dan gimbal udang yang berpadu dengan siraman saus kacang petis yang gurih-manis.

2. Lumpia Gang Lombok

Lumpia merupakan “raja” oleh-oleh Semarang. Kuliner ini memadukan rebung, daging, dan sayuran di dalam kulit lumpia renyah. Jika mencari rasa paling orisinal, kunjungilah Lumpia Gang Lombok No. 11 di kawasan Pecinan. Pengelolanya masih mempertahankan resep turun-temurun. Anda bisa membawa pulang satu besek berisi 10 lumpia dengan harga sekitar Rp280.000.

3. Mi Kopyok Pak Dhuwur

Nama “Kopyok” berasal dari proses mengocok mi di dalam air panas sebelum penyajian. Hidangan ini berisi mi kuning, tauge, tahu pong, lontong, dan remukan kerupuk gendar.

Mi Kopyok Pak Dhuwur yang berlokasi di Jalan Tanjung No. 18A menjadi destinasi paling favorit wisatawan. Cukup merogoh kocek Rp15.000 hingga Rp18.000, aroma bawang putih yang kuat dari kuahnya siap memanjakan lidah Anda.

4. Soto Bangkong

Berdiri sejak 1950-an, Soto Bangkong awalnya menjajakan dagangannya secara keliling sebelum menetap di perempatan Bangkong. Kekuatan soto ini terletak pada penggunaan ayam kampung dan kuah beningnya yang segar.

Kini berpusat di Jalan Majapahit No. 1, Peterongan, Soto Bangkong menyajikan porsi mangkuk kecil yang ikonik seharga Rp17.000. Jangan lupa tambahkan sate kerang atau telur puyuh sebagai pelengkap santapan Anda.

5. Roti Ganjel Rel

Memiliki tekstur padat dan bentuk persegi panjang yang menyerupai bantalan rel kereta api, roti tradisional ini selalu menjadi buruan utama saat perayaan Dugderan. Roti ini menawarkan aroma rempah kayu manis, cengkeh, dan jahe yang kuat.

Anda tidak perlu menunggu Ramadan untuk mencicipinya. Kunjungilah Toetjoeh Ganjel Rel di Mangunharjo. Mereka menjual roti legendaris ini dengan harga Rp20.000 hingga Rp60.000.

6. Tahu Petis Mataram

Sebagai camilan sore, tahu petis tidak pernah gagal. Tahu pong goreng yang garing berpadu sempurna dengan isian pasta petis udang hitam yang manis-gurih.

Tahu Petis dan Ronde Mataram di Jalan MT. Haryono menjadi tempat paling populer untuk menikmati kudapan ini. Dengan harga sekitar Rp5.000 per buah, Anda sudah bisa menikmati hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang melegenda sejak abad ke-19. (01).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN