Beranda Daerah Cat Mulai Pudar, Warga Kampung Pelangi Semarang Kini Berinovasi Olah Limbah Jadi...

Cat Mulai Pudar, Warga Kampung Pelangi Semarang Kini Berinovasi Olah Limbah Jadi Cuan

Penulis: Dimas Nurhidayat, Mahasiswa Magang dari Unimus

kampung pelangi semarang
Tampilan warna cat di Kampung Pelangi Semarang saat ini, Minggu (8/2/2026). (Foto: Dimas)

SEMARANG, Jatengnews.id — Tujuh tahun berlalu sejak viral di kancah internasional, pesona Kampung Pelangi di Kota Semarang mulai memudar. Cuaca ekstrem perlahan melunturkan cat warna-warni yang menjadi ikon kawasan ini.

Menghadapi situasi tersebut, warga setempat kini berinovasi mengolah limbah menjadi kerajinan bernilai ekonomi demi menyambung hidup.

Sejak peluncurannya oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada 2017, Kampung Pelangi kini mengalami penurunan jumlah wisatawan secara signifikan. Cat dinding yang pudar akibat sengatan matahari dan guyuran hujan menjadi penyebab utama kawasan ini kehilangan daya tarik visualnya.

Terkendala Biaya Pengecatan Ulang

Sri Handini, salah satu pengelola Kampung Pelangi, mengungkapkan bahwa pihak pengurus terus berupaya mengembalikan kejayaan kawasan tersebut. Namun, mereka terbentur kebutuhan anggaran yang sangat besar.

“Cat itu lama-kelamaan pasti pudar karena kehujanan dan kepanasan. Jika kami ingin mengecat ulang, otomatis membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ujar Sri Handini.

Inovasi Limbah Jadi Penyelamat Ekonomi

Meski kunjungan wisatawan merosot, warga tidak tinggal diam. Mereka menjaga roda perekonomian tetap berputar melalui inovasi pengolahan limbah kertas menjadi kerajinan bunga yang cantik.

“Kami mengolah limbah kertas menjadi bunga gladiol dan serut untuk kami jual ke kios-kios. Alhamdulillah, hasilnya sangat membantu pendapatan harian warga,” tambah Sri.

Kelesuan pariwisata ini juga sangat terasa bagi pedagang lokal seperti Ibu Ipah. Berjualan selama lebih dari 20 tahun, ia menyaksikan langsung bagaimana kunjungan wisatawan terus menyusut. Selain itu, hilangnya berbagai fasilitas dari sponsor yang dulu mendukung ekonomi warga semakin memperberat keadaan.

Kini, warga dan pedagang menaruh harapan besar pada perhatian pemerintah maupun pihak swasta. Mereka mendambakan adanya program pengecatan ulang serta promosi masif agar Kampung Pelangi kembali menjadi destinasi unggulan yang mampu membangkitkan UMKM setempat. (01).

Exit mobile version