
Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 48 melaksanakan program edukasi konsep manajemen dan logistik sampah di Desa Legokclile, Kabupaten Pekalongan, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alur pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pembuangan akhir.
Program tersebut dilaksanakan oleh Achmad Farhan Rasalhague, mahasiswa Jurusan Manajemen Administrasi Logistik UNDIP, melalui pendekatan multidisiplin yang menyasar Ibu-Ibu PKK Desa Legokclile.
Edukasi dilaksanakan bersama kajian literatur secara mandiri untuk memperkuat materi yang disampaikan kepada peserta.
Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi persoalan krusial di tingkat desa.
Sampah umumnya dibuang tanpa melalui proses pemilahan, dikumpulkan secara tidak teratur, dan berakhir di tempat pembuangan yang tidak sesuai.
Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan sampah sebagai sebuah sistem manajemen dan logistik yang saling terhubung dari hulu ke hilir.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi, pengelolaan sampah di Desa Legokclile masih menghadapi permasalahan mendasar.
Sampah organik dan anorganik belum dipilah di tingkat rumah tangga, sementara proses pengumpulan sampah belum memiliki jadwal yang jelas dan masih bergantung pada inisiatif masing-masing warga.
Akibatnya, sampah kerap menumpuk di lingkungan permukiman, dibakar, atau dibuang secara sembarangan ke lahan kosong dan saluran air.
Diskusi bersama peserta mengungkapkan bahwa tantangan utama pengelolaan sampah terletak pada kurangnya pemahaman mengenai alur manajemen dan logistik sampah yang ideal.
Keterbatasan sarana pengumpulan, belum adanya sistem pemilahan di sumber, serta minimnya edukasi berkelanjutan menyebabkan pengelolaan sampah berjalan tidak terintegrasi.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNDIP menekankan pentingnya pemahaman pengelolaan sampah sebagai sebuah sistem yang berkelanjutan.
Materi meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga, mekanisme pengumpulan sampah yang teratur, serta fungsi tempat pembuangan akhir sebagai tahap akhir pengelolaan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami peran masyarakat dan pemerintah desa dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
Pemilahan sampah di sumber dinilai sebagai kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah yang harus didukung oleh sistem pengumpulan dan pembuangan akhir yang tepat.
Kegiatan KKN di Desa Legokclile ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Dengan memahami alur pemilahan, pengumpulan, dan pembuangan akhir secara menyeluruh, mahasiswa KKN berharap, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.