Beranda Daerah Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, KKN UNDIP Edukasi Pengelolaan Limbah Elektronik di Desa...

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, KKN UNDIP Edukasi Pengelolaan Limbah Elektronik di Desa Wangandowo

Melalui program ini, mahasiswa KKNR 50 UNDIP berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan limbah spesifik dapat meningkat.

KKN UIN WS Pengeloaan limbah elektronik
Mahasiswa KKNR 50 UNDIP memasang poster edukasi pengelolaan limbah elektronik di Desa Wangandowo, Kabupaten Pekalongan (30/01/2026) (Foto: Dok KKN).

Pekalongan, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKNR) 50 Universitas Diponegoro (UNDIP) memberdayakan masyarakat Desa Wangandowo melalui program edukatif dan inovatif di Kecamatan Bojong Kabuapteng Pekalongan, Jumat (30/01/2026).

Selain meningkatkan literasi, mahasiswa KKN UNDIP juga fokus pada edukasi pengelolaan limbah elektronik.

Program bertajuk “Tiga Langkah Tangani Limbah Elektronik” ini diinisiasi oleh Euwan Zamzara M.P., mahasiswa Sekolah Vokasi Program Studi Teknik Listrik Industri UNDIP.

Kegiatan tersebut berangkat dari meningkatnya penggunaan perangkat elektronik rumah tangga.

Namun, peningkatan tersebut belum imbang dengan pemahaman masyarakat tentang pembuangan limbah elektronik yang aman dan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNR 50 UNDIP menyampaikan edukasi melalui poster informatif dengan desain sederhana agar masyarakat mudah memahami isinya.

Materi utama meliputi pengenalan jenis limbah elektronik, seperti lampu bekas, baterai, dan kabel, yang mengandung zat berbahaya berupa timbal (Pb) dan merkuri (Hg).

Selain itu, mahasiswa KKN UNDIP juga menjelaskan dampak negatif pembakaran limbah elektronik secara sembarangan.

Asap hasil pembakaran e-waste berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius, termasuk kerusakan sistem saraf pusat yang bersifat permanen, terutama pada anak-anak.

Mahasiswa KKNR 50 UNDIP melaksanakan sosialisasi secara langsung melalui diskusi interaktif bersama warga.

Selain itu, mahasiswa memasang poster di papan informasi desa dan titik-titik strategis agar pesan edukasi menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap melalui edukasi ini, warga Desa Wangandowo tidak lagi mencampur limbah baterai atau lampu bekas dengan sampah rumah tangga lainnya,” ujar Euwan.

Menurutnya, langkah sederhana dengan memisahkan limbah elektronik dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan tanah dan air di desa dalam jangka panjang.

Melalui program ini, mahasiswa KKNR 50 UNDIP berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan limbah spesifik dapat meningkat.

Dengan demikian, Desa Wangandowo kedepannya mampu menjadi contoh desa ramah lingkungan yang mandiri dalam menjaga kelestarian alam serta kesehatan warganya.

Exit mobile version