SEMARANG, Jatengnews.id – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU) mencatatkan capaian strategis di kancah internasional.
Adapun pada akhir 2025, FTP SCU resmi memperoleh pengakuan atas kurikulum, proses pembelajaran, dan capaian lulusannya dari Institute of Food Technologists (IFT), lembaga profesi bidang ilmu dan teknologi pangan yang berbasis di Amerika Serikat.
Dengan capaian ini, SCU menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan pengakuan dari IFT.
Didirikan pada 1939, IFT merupakan organisasi profesi global yang menghimpun ilmuwan dan praktisi pangan dari lebih dari 90 negara. Lembaga ini berperan dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi guna menciptakan sistem pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.
Ketua Program Studi Teknologi Pangan FTP SCU, Ir. Gelbert Jethro Sanyoto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa proses penilaian IFT mencakup kesesuaian kurikulum dengan 12 standar kompetensi yang telah ditetapkan secara internasional. Selain itu, metode pembelajaran dan sistem evaluasi juga menjadi indikator penting dalam asesmen tersebut.
Menurut Gelbert, capaian pembelajaran dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu secara praktis.
“Sebagai contoh pada mata kuliah Analisa Pangan, mahasiswa dituntut mampu mengevaluasi teknik analisis yang tepat saat menghadapi permasalahan riil. Metode perkuliahan pun diarahkan agar mahasiswa dapat menjelaskan prinsip dan prosedur analisa pangan dengan pendekatan yang sesuai,” ujarnya.
Tak hanya aspek akademik, IFT juga menilai kelengkapan dan standar fasilitas pendukung pembelajaran. FTP SCU dinilai memenuhi kriteria melalui ketersediaan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium kimia, laboratorium rekayasa pangan, laboratorium analisis sensori, laboratorium mikrobiologi, hingga fasilitas pilot plant. Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari prinsip satuan operasi dan proses pengolahan pangan layaknya di industri.
Dekan FTP SCU, Inneke Hantoro, S.TP., M.Sc., menegaskan bahwa pengakuan dari IFT menjadi validasi bahwa mutu akademik dan kurikulum yang diterapkan telah sejalan dengan standar internasional.
“Pencapaian ini merupakan hasil komitmen berkelanjutan dalam menjaga kualitas akademik, memastikan relevansi kurikulum dengan perkembangan global, serta membangun kolaborasi aktif dengan industri dan jejaring internasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu serta industri pangan,” kata Inneke.
Sejak berdiri pada 1995, FTP SCU telah meluluskan lebih dari 2.000 alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari industri makanan dan minuman, wirausaha, peneliti, hingga akademisi.
FTP SCU menawarkan Program Studi Teknologi Pangan dengan tiga konsentrasi, yakni Food Technology and Innovation, Nutrition and Culinary Technology, serta Food for Beauty and Wellness. Selain itu, tersedia Program Magister Teknologi Pangan dengan konsentrasi Ilmu dan Teknologi Pangan serta Bisnis Pangan.
Bagi mahasiswa yang ingin menempuh studi lebih cepat, fakultas ini juga menyediakan Program Fast Track yang memungkinkan penyelesaian dua jenjang pendidikan dalam waktu 4,5 tahun.
Pengakuan dari IFT tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi FTP SCU dalam mencetak lulusan berdaya saing global di bidang teknologi pangan. (03)











