29 C
Semarang
, 13 Februari 2026
spot_img

Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Pertanian Berkelanjutan, Kenalkan Komposter Cerdas ke Kelompok Tani Desa Kacangan

Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan teoritis, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung penggunaan dan perawatan alat.

Sragen, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan inovasi komposter cerdas dengan sistem ventilasi termal otomatis kepada Kelompok Tani Desa Kacangan, Rabu (29/1/2026).

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini berlangsung di balai pertemuan desa dan dihadiri pengurus, anggota kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Tani Desa Kacangan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di desa tersebut.

Ia menilai inovasi yang diperkenalkan relevan dengan kebutuhan petani dalam mengelola limbah organik secara lebih efektif.

Teknologi Komposter Cerdas Percepat Proses Pengomposan

Dalam pemaparannya, salah satu mahasiswa KKN, Furqon, menjelaskan bahwa komposter cerdas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses pengomposan limbah pertanian melalui sistem ventilasi termal otomatis.

“Alat ini membantu petani mengolah limbah pertanian menjadi kompos berkualitas secara lebih cepat dan efisien. Sistem ventilasi termal otomatis mengatur suhu dan sirkulasi udara sehingga proses dekomposisi berjalan optimal tanpa perlu pembalikan manual,” ujarnya.

Komposter tersebut dilengkapi sensor suhu terintegrasi yang mampu mendeteksi panas berlebih dan secara otomatis mengaktifkan kipas ventilasi untuk menjaga stabilitas suhu.

Selain itu, desain chamber berlapis mendukung aerasi optimal, sehingga distribusi oksigen merata di seluruh bagian komposter.

Melalui sistem ini, waktu pengomposan yang biasanya memakan waktu 2–3 bulan dapat dipangkas hingga 3–6 minggu atau sekitar 50 persen lebih cepat dibanding metode konvensional.

Demonstrasi Langsung dan Edukasi Teknis

Mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan teoritis, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung penggunaan dan perawatan alat.

Petani diperlihatkan komponen utama komposter, mulai dari sensor suhu, kipas ventilasi, hingga struktur chamber.

Tim juga memberikan edukasi mengenai jenis limbah organik yang dapat diolah, seperti jerami, sekam padi, sisa tanaman, kotoran ternak, serta limbah organik lainnya.

Selain itu, dijelaskan pula pentingnya rasio karbon dan nitrogen yang seimbang serta pengaturan kelembaban ideal 50–60 persen dengan suhu optimal 55–65 derajat Celsius.

Para petani tampak antusias dan aktif bertanya mengenai kapasitas alat, kebutuhan listrik, biaya perawatan, serta perbandingan kualitas kompos dengan metode tradisional.

Salah satu petani senior menyampaikan bahwa teknologi ini dinilai mampu meringankan pekerjaan petani. “Selama ini kami harus membalik tumpukan kompos setiap minggu. Dengan alat ini, pekerjaan lebih ringan dan hasilnya lebih cepat,” katanya.

Dorong Efisiensi Biaya dan Kelestarian Lingkungan

Selain meningkatkan efisiensi produksi kompos, penggunaan komposter cerdas juga dinilai memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia karena kompos yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi dan mikroorganisme yang baik bagi tanah.

Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah organik secara terkontrol membantu mengurangi praktik pembakaran limbah pertanian yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Penggunaan pupuk organik juga berkontribusi pada perbaikan struktur tanah dan peningkatan daya simpan air.

Rencana Implementasi dan Pendampingan

Ketua Kelompok Tani Desa Kacangan menyatakan pihaknya akan mengkaji penerapan komposter cerdas secara bertahap. Ia juga berencana menyediakan lahan percontohan agar anggota kelompok tani dapat melihat langsung hasil penerapan teknologi tersebut.

Sementara itu, koordinator tim KKN menyampaikan komitmen mahasiswa untuk melakukan pendampingan teknis dan monitoring berkala guna memastikan alat berfungsi optimal. Tim juga akan menyusun panduan operasional sederhana agar mudah dipahami petani.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian.

Diharapkan, inovasi komposter cerdas ini dapat mendukung terwujudnya pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan di Desa Kacangan serta menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN