Beranda Daerah Pemkab Demak Gelar Festival Megengan dan Kirab Budaya

Pemkab Demak Gelar Festival Megengan dan Kirab Budaya

Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Festival Megengan untuk menyambut Ramadhan pada 17 Februari 2026. Temukan informasi selengkapnya.

Penampilan Barongan Kusumojoyo dari Gebang, Kecamatan Bonang, turut memeriahkan Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali 2026 di Kabupaten Demak sebagai bagian tradisi menyambut Ramadhan. (Foto:Sam)
Penampilan Barongan Kusumojoyo dari Gebang, Kecamatan Bonang, turut memeriahkan Festival Megengan dan Kirab Budaya Kota Wali 2026 di Kabupaten Demak sebagai bagian tradisi menyambut Ramadhan. (Foto:Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Demak akan menggelar Festival Megengan dan Kirab Budaya pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Masjid Agung Demak, sebagai bagian dari pelestarian tradisi budaya sekaligus syiar menyambut Ramadhan.

Festival Megengan akan menyuguhkan beragam kuliner khas Demak serta aneka kesenian tradisional Kota Wali. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahyarini, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut semula dijadwalkan pada Rabu, 18 Februari 2026, namun dimajukan satu hari.

“Penjadwalan ini menyesuaikan agenda pemerintah pusat terkait pelaksanaan rukyatul hilal penetapan 1 Ramadhan yang dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026, serta berdasarkan arahan Ibu Bupati. Atas pertimbangan tersebut, Festival Megengan dimajukan ke tanggal 17,” ujar Endah, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, kirab budaya akan dimeriahkan oleh Barongan Kusumojoyo dari Kecamatan Bonang. Kirab ini melibatkan lebih dari 500 peserta yang tergabung dalam sembilan kontingen dari berbagai wilayah di Kabupaten Demak.

Kirab budaya dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB dengan rute dari depan Pendopo Kabupaten Demak menuju Alun-alun Demak, dan berakhir di depan Gedung TIC area parkir Masjid Agung Demak.

Salah satu daya tarik utama Festival Megengan tahun ini adalah penyajian 10.000 tusuk sate keong yang akan dicatat sebagai rekor oleh Museum Rekor Indonesia. Ribuan tusuk sate keong tersebut nantinya dapat dinikmati secara gratis oleh pengunjung dan peserta festival.

Bagi pengunjung yang tidak kebagian, sate keong tetap dapat dibeli di lapak-lapak pedagang. Kuliner ini merupakan sajian khas Megengan Demak yang telah ada sejak lama. Sate keong biasanya disajikan dengan bumbu kacang dan disantap bersama lontong pecel atau lontong lodeh, dengan harga yang terjangkau dan mudah dijumpai selama tradisi Megengan berlangsung.

Melalui Festival Megengan dan Kirab Budaya ini, Pemkab Demak berharap dapat memperkuat nilai-nilai budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisata, serta mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan. (03)

Exit mobile version