25 C
Semarang
, 14 Februari 2026
spot_img

Unggahan Chat Bernada Makian, Bocah di Demak Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tragedi mengguncang Demak: bocah 12 tahun ditemukan meninggal dunia setelah unggahan WhatsApp viral.

DEMAK, Jatengnews.id – Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Kabupaten Demak ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis (12/2/2026) sore.

Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah diketahui korban sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp bernada makian yang diduga berasal dari ibunya, beberapa hari sebelum kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Demak, Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya unggahan tersebut. Menurutnya, tangkapan layar itu diunggah korban melalui akun WhatsApp dan kemudian beredar di media sosial.

“Screenshot itu adalah chat dari ibunya ke korban dan diunggah oleh korban di WhatsApp beberapa hari sebelum peristiwa,” ujar Anggah saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Dalam unggahan yang beredar, korban juga menuliskan caption bernada curahan perasaan, “Di balik tawa gua di sisi lain aku juga cape.” Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh akun media sosial @infodemakraya.

Anggah menjelaskan, berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), ibu korban pulang ke rumah sekitar pukul 18.01 WIB bersama adik korban. Tak lama setelah masuk ke rumah, ibu korban melihat anaknya telah meninggal dunia. Sekitar pukul 18.03 WIB, ibu korban keluar rumah dalam kondisi histeris dan meminta pertolongan kepada tetangga.

“Dari rekaman CCTV, ibu korban adalah orang pertama yang mengetahui kondisi anaknya,” jelas Anggah.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang menggunakan mobil milik ibu korban yang dikemudikan oleh tetangga, sementara sang ibu menyusul menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik, polisi menyimpulkan korban meninggal akibat gantung diri. Ditemukan tanda-tanda mati lemas serta luka lecet pada leher yang sesuai dengan temuan tersebut. Perkiraan waktu kematian berada pada rentang 2–6 jam sebelum visum dilakukan.

Polisi menerima laporan kejadian sekitar pukul 21.30 WIB dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan saksi. Dari hasil pendalaman, Anggah menegaskan tidak ditemukan indikasi pembunuhan oleh ibu korban.

“Dengan rentang waktu ibu korban masuk dan keluar rumah sekitar 1,5 hingga 2 menit, serta didukung rekaman CCTV dan aktivitas terakhir ponsel korban pada pukul 16.25 WIB, tidak memungkinkan adanya tindak pembunuhan,” tegasnya.

Meski demikian, polisi membenarkan bahwa sebelumnya ibu korban sempat beberapa kali melontarkan kata-kata kasar kepada korban melalui pesan singkat. Namun, penyebab pasti peristiwa ini belum dapat disimpulkan hanya dari satu faktor.

“Masih banyak faktor lain yang perlu didalami. Dari kejadian ini kami mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anak, serta selalu memperhatikan kondisi psikologis dan aktivitas media sosial mereka,” pungkas Anggah.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN