25 C
Semarang
, 16 Februari 2026
spot_img

Jelang Imlek 2026, Penjualan Kue Moho di Solo Meningkat

peningkatan pembelian sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

SOLO, Jatengnews.id  – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, kue tradisional Moho mulai banyak diburu umat Khonghucu di Kota Solo. Selain kue keranjang, kue berbahan dasar tepung terigu ini menjadi pelengkap sesaji dalam ritual sembahyang Imlek.

Sri Murwatiningsih, penjual kue Moho di kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo, mengatakan peningkatan pembelian sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut lonjakan penjualan biasanya mencapai puncaknya dua hari sebelum perayaan hingga hari-H Imlek.

“Saya sudah berjualan sejak 2007. Puncak penjualan biasanya dua hari menjelang Imlek sampai hari H,” ujar Sri saat ditemui, Sabtu (15/2/2026).

Sri menjual kue Moho seharga Rp3.000 per biji. Pada hari biasa, ia menghabiskan sekitar 20 kilogram tepung terigu untuk produksi. Namun menjelang Imlek, kebutuhan bahan baku meningkat menjadi 25 kilogram.

“Kalau menjelang Imlek seperti ini naik menjadi 25 kilogram. Lumayan. Karena ini juga termasuk kue tradisional Tionghoa. Di Solo termasuk makanan jadul, tahan lama dan mengenyangkan,” jelasnya.

Kue Moho dikenal memiliki tekstur padat dan empuk, serta cita rasa yang mirip bolu. Selain untuk keperluan sembahyang, kue ini juga dikonsumsi sebagai camilan sehari-hari.

Salah satu pembeli, Tri Sunanti, mengaku rutin membeli kue Moho setiap perayaan Imlek. Ia biasanya memesan 20 hingga 30 biji untuk kebutuhan sembahyang keluarga.

“Kalau Imlek bisa pesan 20–30 biji. Rasanya mirip kue bolu cuma lebih padat dan membuat kenyang,” ungkapnya.

Peningkatan permintaan ini menjadi berkah tersendiri bagi para perajin kue tradisional di Solo, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN