Beranda Daerah Ketua DPRD Jateng Sumanto Sebut Pertanian Organik Bisa Dimulai dari Rumah

Ketua DPRD Jateng Sumanto Sebut Pertanian Organik Bisa Dimulai dari Rumah

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, mengajak masyarakat untuk menanam pertanian organik dari rumah untuk hasil yang lebih sehat.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat memberikan paparan saat menjalankan serangkaian kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar belum lama ini. (Foto : Dok DPRD Jateng)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendorong masyarakat untuk mulai menanam dan mengembangkan pertanian organik dari lingkungan rumah masing-masing.

Menurutnya, bercocok tanam secara organik tidak harus dilakukan di lahan luas, tetapi bisa dimulai dari pekarangan, halaman sempit, hingga memanfaatkan pot dan wadah bekas.

Ajakan tersebut disampaikan politisi PDI Perjuangan itu saat melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar baru-baru ini. Ia menjelaskan, pertanian organik skala rumah tangga menjadi langkah sederhana untuk membiasakan pola budidaya yang alami tanpa penggunaan bahan kimia.

Untuk menjaga kesuburan tanaman, Sumanto menyarankan pemanfaatan pupuk kompos dari sisa dapur, pupuk kandang, serta pestisida nabati sebagai alternatif ramah lingkungan. Menurutnya, cara ini mudah diterapkan sekaligus membantu mengurangi limbah rumah tangga.

Selain metode konvensional, warga juga dapat memanfaatkan teknik hidroponik organik guna menyiasati keterbatasan lahan. Dengan memulai dari rumah, masyarakat bisa membangun kebiasaan menanam sekaligus memenuhi kebutuhan pangan sehat secara mandiri, terutama saat harga bahan pokok seperti cabai mengalami lonjakan menjelang Ramadan atau Lebaran.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menjalankan serangkaian kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Foto : Dok DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menjalankan serangkaian kegiatan reses di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Foto : Dok DPRD Jateng)

Beragam tanaman dinilai cocok dibudidayakan secara organik, seperti bayam, kangkung, sawi, selada, cabai, hingga tomat. Selain untuk konsumsi pribadi, hasil panen juga berpotensi dipasarkan di lingkungan sekitar karena permintaan sayuran organik terus meningkat seiring kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat.

Sumanto menilai, jika pola pertanian organik rumah tangga sudah berjalan baik, pengembangannya ke skala lebih luas akan semakin mudah. Di samping menghasilkan produk sehat, praktik ini juga mendukung kelestarian lingkungan dan menjaga kesuburan tanah.

Ia pun mendorong adanya dukungan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah agar gerakan pertanian organik rumah tangga dapat berkembang secara kolektif. Menurutnya, upaya tersebut bukan hanya memperkuat kemandirian pangan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Dalam kesempatan reses itu, Sumanto turut menyerap aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur desa. Ia mengingatkan para kepala desa agar menyusun prioritas pembangunan secara cermat, mengingat adanya penyesuaian alokasi dana desa akibat kebijakan efisiensi anggaran. (ADV)

Exit mobile version