Beranda Daerah Ratusan Rumah Warga Desa Tlogoweru Demak Terendam Banjir

Ratusan Rumah Warga Desa Tlogoweru Demak Terendam Banjir

Banjir Demak terjadi akibat jebolnya Sungai Cabean, merendam permukiman warga di Desa Tlogoweru pada 16 Februari 2026.

Banjir merendam permukiman warga di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean, Senin (16/2/2026). (Foto:Sam)
Banjir merendam permukiman warga di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Cabean, Senin (16/2/2026). (Foto: Sam)

DEMAK, Jatengnews.id – Banjir kembali melanda Kabupaten Demak akibat jebolnya Sungai Cabean menyusul tingginya curah hujan. Peristiwa ini terjadi pada Senin dini hari, 16 Februari 2026, sekitar pukul 03.30 WIB, di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur.

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, mengatakan jebolnya tanggul sungai menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Sungai Cabean B1 jebol dengan lebar kurang lebih 50 meter dan kedalaman sekitar 6 meter akibat curah hujan yang tinggi. Luapan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian antara 25 sampai 70 sentimeter,” ujar Suprapto dalam laporan awalnya.

Akibat kejadian tersebut, dua dukuh di Desa Tlogoweru terdampak cukup parah, yakni Dukuh Gatak dan Dukuh Weru. Genangan air merendam sejumlah wilayah RT 1–7 RW 2 serta Dukuh Gatak RT 1–6 RW 1.

“Untuk sementara ada sekitar 700 kepala keluarga terdampak di Dukuh Gatak dan 25 kepala keluarga di Dukuh Weru. Sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi,” jelasnya.

Suprapto menambahkan, kondisi terkini genangan air masih melimpas di pemukiman dan jalan desa serta belum menunjukkan tanda-tanda surut. Meski belum ada pengungsi, pihak desa bersama BPBD telah menyiapkan gedung serbaguna sebagai lokasi pengungsian sementara apabila debit air kembali meningkat.

Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Tercatat dua masjid dan delapan musala tergenang air, serta satu SD, satu TK, satu RA, dan satu kantor desa. Banjir juga merendam sekitar 250 hektare lahan persawahan, serta menggenangi tiga area makam dan satu punden.

“Upaya yang kami lakukan saat ini adalah membantu warga menaikkan barang-barang berharga dan melakukan evakuasi terhadap warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan,” kata Suprapto.

Untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, dapur umum telah disiapkan di Arion 6 Kebunbatur. BPBD Demak mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah hulu Sungai Cabean. (03)

Exit mobile version