25 C
Semarang
, 16 Februari 2026
spot_img

Wapres Apresiasi Pasar Imlek Semawis 2026, Dinilai Gerakkan Ekonomi dan Rawat Kebinekaan

Pasar Imlek Semawis terinspirasi dari tradisi belanja malam masyarakat Tionghoa menjelang Imlek yang kemudian dikembangkan menjadi perayaan selama tiga hari.

SEMARANG, Jatengnews.id  – Perayaan Imlek di Jawa Tengah kembali menampilkan wajah Indonesia yang inklusif dan beragam. Ribuan warga lintas etnis memadati Pasar Imlek Semawis 2026 di kawasan Pecinan Kota Semarang, Sabtu malam (14/2/2026), saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir meninjau langsung kegiatan tersebut.

Pasar rakyat yang membentang dari Gang Pinggir hingga Jalan Wotgandul Timur itu dipadati pengunjung dari berbagai latar belakang.

Tidak hanya warga etnis Tionghoa, masyarakat dari beragam suku dan agama turut meramaikan agenda tahunan tersebut.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim, menjelaskan Pasar Imlek Semawis terinspirasi dari tradisi belanja malam masyarakat Tionghoa menjelang Imlek yang kemudian dikembangkan menjadi perayaan selama tiga hari.

“Dulu tradisinya hanya semalam orang Tionghoa belanja sampai malam. Lalu dihidupkan kembali menjadi perayaan tiga hari dalam bentuk Pasar Imlek Semawis,” ujarnya.

Tahun ini, panitia menghadirkan pertunjukan budaya, kuliner khas, produk UMKM, hingga tokoh mitologi seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im yang dipadukan dengan karakter wayang Jawa. Sajian makanan muslim Tionghoa dari Xinjiang juga turut meramaikan pembukaan acara.

Gibran dan Ahmad Luthfi tampak berbaur dengan pengunjung, menyapa pedagang, hingga berbelanja di sejumlah tenant UMKM. Menurut Harjanto, Wapres mengapresiasi penyelenggaraan acara yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat sekaligus menjaga tradisi.

“Pesan Beliau, tradisi yang sudah berjalan seperti ini harus dirawat agar tidak hilang,” katanya.

Ahmad Luthfi menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap rangkaian perayaan Imlek, termasuk kegiatan di Kelenteng Sam Poo Kong.

“Masyarakat sangat antusias. Ini bukan hanya peringatan Imlek, tetapi juga memperkuat kebersamaan. Pemerintah provinsi sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Pasar Imlek Semawis kembali menjadi bukti bahwa perayaan budaya tidak sekadar ruang selebrasi, melainkan juga sarana mempererat persatuan serta menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan.(02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN