29 C
Semarang
, 17 Februari 2026
spot_img

Inovasi Smart Village KKN UNDIP: Dari Pengendalian Kualitas Air hingga Tempat Sampah Otomatis

Inovasi berbasis ESP32-C3 dan sensor pH ini menjadi langkah konkret transformasi industri rumah tangga dan kebersihan lingkungan desa.

Pekalongan, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam program bertajuk Smart Village Innovation melalui sosialisasi kalibrasi sensor pH air pada pabrik tahu serta penyerahan prototype smart trash bin berbasis ESP32-C3 di desa lokasi KKN, Kamis (5/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku industri rumah tangga terhadap pemanfaatan teknologi sederhana guna mendukung kualitas produksi dan kebersihan lingkungan berbasis Internet of Things (IoT).

Edukasi Kalibrasi Sensor pH untuk Industri Tahu

Dalam kegiatan pertama, mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan sosialisasi mengenai cara kalibrasi dan perawatan sensor pH air yang digunakan dalam proses produksi tahu.

Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga kualitas air karena tingkat keasaman (pH) berpengaruh terhadap hasil produksi serta pengolahan limbah cair industri tahu.

Peserta diperkenalkan pada fungsi sensor pH sebagai alat pengukur tingkat keasaman dan kebasaan air.

Mahasiswa menjelaskan langkah-langkah kalibrasi menggunakan larutan buffer standar agar hasil pengukuran tetap akurat dan stabil.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan alat, seperti membersihkan elektroda setelah penggunaan, menyimpan sensor dengan benar, serta menghindari kesalahan teknis yang dapat menyebabkan kerusakan alat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan demonstrasi langsung penggunaan alat, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis tetapi juga memahami praktiknya di lapangan.

Smart Trash Bin Berbasis ESP32-C3 Dukung Kebersihan Lingkungan

Selain edukasi sensor pH, mahasiswa KKN UNDIP juga melaksanakan sosialisasi dan penyerahan prototype tempat sampah otomatis berbasis sensor jarak dengan mikrokontroler ESP32-C3.

Prototype smart trash bin ini dirancang untuk membuka dan menutup secara otomatis ketika sensor mendeteksi keberadaan tangan atau objek di depannya.

Data dari sensor diproses oleh mikrokontroler ESP32-C3 yang kemudian menggerakkan mekanisme aktuator tanpa perlu sentuhan langsung.

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mengurangi kontak fisik, sehingga lebih higienis dan mendukung kebersihan lingkungan desa.

Dalam sesi demonstrasi, masyarakat diperkenalkan pada komponen utama alat, mulai dari sensor jarak, mikrokontroler, sumber daya, hingga sistem mekanisme pembuka.

Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Menuju Desa Berbasis Teknologi IoT

Program Smart Village Innovation ini mendapat respons positif dari masyarakat.

Kehadiran teknologi tepat guna seperti sensor pH dan smart trash bin dinilai sebagai langkah awal menuju penerapan sistem berbasis Internet of Things (IoT) di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berupaya mendorong transformasi desa berbasis teknologi yang mendukung peningkatan kualitas produksi industri rumah tangga sekaligus pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN