29 C
Semarang
, 17 Februari 2026
spot_img

Jelang Ramadan, Agustina Pastikan Harga Stabil, Pemkot Semarang Siapkan Operasi Pasar

Pemkot Semarang perketat pengawasan harga bahan pokok menjelang Ramadan untuk menjaga stabilitas inflasi.

SEMARANG, Jatengnews.id – Menyambut bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperketat pengawasan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas inflasi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kondisi inflasi masih relatif aman meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga.

Menurutnya, pemantauan dilakukan secara berkala melalui sistem pengawasan harga yang telah berjalan. “Kondisinya masih stabil, tetapi tetap kami awasi secara intensif,” ujarnya, Selasa (17/2).

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga, Pemkot Semarang melalui dinas terkait akan menggelar operasi pasar dalam skala terbatas. Intervensi ini difokuskan langsung ke pasar-pasar dan titik distribusi tertentu, bukan dalam bentuk operasi besar-besaran.

Rencana tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan yang akan turun langsung untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu meredam gejolak harga tanpa mengganggu mekanisme pasar secara luas.

Agustina juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Ia menekankan bahwa lonjakan harga yang tidak terkendali dapat memicu inflasi berkepanjangan dan berdampak negatif pada daya beli masyarakat.

“Silakan berdagang, tapi tetap wajar. Jika inflasi berlangsung lama, ekonomi bisa melemah. Ketika daya beli turun, pedagang pun akan terdampak,” tegasnya.

Terkait usulan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penggratisan layanan transportasi BRT dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) untuk menekan inflasi, Agustina menyatakan kebijakan tersebut bersifat situasional. Penerapannya akan dipertimbangkan apabila inflasi mencapai level tertentu.

“Seperti tahun lalu, kebijakan itu cukup efektif. Namun saat ini inflasi masih dalam tahap pemantauan,” jelasnya.

Selain isu inflasi, Pemkot juga memastikan komitmen terhadap penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Anggaran sektor lingkungan dan pengendalian banjir dialokasikan sekitar Rp500 miliar, sementara total anggaran infrastruktur mencapai Rp1,6 triliun.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Semarang optimistis stabilitas harga dan daya beli masyarakat dapat terjaga sepanjang Ramadan, sembari memastikan pembangunan kota terus berjalan sesuai rencana. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN