Batang, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Posko 3 UIN Walisongo Semarang menggelar pelatihan pembuatan totebag ecoprint di SMP NU 01 Limpung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas siswa sekaligus menanamkan kesadaran terhadap gaya hidup ramah lingkungan sejak dini.
Mengusung tema “Totebag Ecoprint: Satu Daun, Satu Cerita, Satu Karya”, kegiatan diikuti 42 siswa kelas IX dengan penuh antusias.
Dalam pelatihan ini, siswa diperkenalkan pada teknik ecoprint, yakni metode mencetak motif dari daun dan tumbuhan langsung ke media kain menggunakan bahan alami tanpa bahan kimia berbahaya.
Koordinator KKN MIT-21 Posko 3 menjelaskan, ecoprint tak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga mengenalkan konsep pemanfaatan potensi alam sekitar secara berkelanjutan.
“Melalui ecoprint, siswa belajar bahwa daun dan tanaman di sekitar kita dapat menjadi karya seni yang bernilai guna bahkan bernilai jual,” ujarnya.
Mahasiswa KKN mendampingi siswa secara bertahap dalam proses pembuatan totebag ecoprint.
Mereka menjelaskan dan mempraktikkan langsung mulai dari treatment kain, pemilihan serta penataan daun, teknik pemukulan (pounding), hingga proses fiksasi warna agar hasil cetakan lebih tahan lama.
Setelah sesi praktik, setiap siswa menghasilkan totebag ecoprint dengan motif unik sesuai kreativitas masing-masing.
Kepala sekolah SMP NU 01 Limpung menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini mampu mengasah kreativitas sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini sangat positif karena mengembangkan kreativitas siswa dan mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan melalui karya nyata,” tuturnya.
Melalui pelatihan totebag ecoprint ini, mahasiswa KKN MIT-21 Posko 3 Desa Babadan memberikan pengalaman baru yang inspiratif kepada siswa.
Mereka juga menumbuhkan jiwa kreatif siswa serta mengenalkan peluang ekonomi kreatif berbasis potensi alam yang ramah lingkungan







