Beranda Daerah Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Gelar Workshop Eco Plastic Waste di Desa...

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Gelar Workshop Eco Plastic Waste di Desa Sidomulyo

Inovasi ramah lingkungan ini mengolah limbah plastik menjadi BBM alternatif dan eco paving blok untuk tingkatkan kesadaran pengelolaan sampah.

KKN UIN WS praktik pengolahan limbah plastik jadi BBM
Mahasiswa KKN MIT 21 UIN Walisongo bersama warga Desa Sidomulyo saat praktik pengolahan limbah plastik menjadi BBM alternatif dan eco paving block, Kamis (5/2/2026) (Foto: Dok KKN).

Batang, Jawa Tengah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 21 UIN Walisongo Semarang menggelar Workshop Pengelolaan Limbah Sampah bertajuk Eco Plastic Waste di Gedung Serbaguna Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis inovasi ramah lingkungan.

Workshop tersebut menghadirkan percobaan pengolahan limbah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar serta pembuatan eco paving block.

Program ini menjadi bagian dari inovasi lingkungan yang dirancang mahasiswa untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik sebagai energi alternatif sekaligus material bernilai guna bagi pembangunan.

Ketua Kelompok 13 KKN MIT 21 menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pengolahan limbah, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat.

“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi energi alternatif dan bahan konstruksi yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Proses percobaan pembuatan BBM alternatif dan paving block dilakukan di posko KKN dengan memanfaatkan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan, seperti galon bekas berisi air, kaleng bekas, pipa besi, lem besi, serta kompor gas sebagai alat pemanas.

Dalam percobaan tersebut, plastik dipanaskan hingga menghasilkan uap yang kemudian melalui proses kondensasi untuk menghasilkan cairan menyerupai solar.

Seluruh anggota Kelompok 13 KKN MIT 21 terlibat aktif dalam proses percobaan, mulai dari tahap persiapan alat hingga pemanasan plastik.

Sementara itu, pembuatan eco paving block dilakukan dengan mencampurkan limbah plastik yang telah dilelehkan sebagai bahan pengikat alternatif pengganti semen.

Masyarakat Desa Sidomulyo menyambut kegiatan ini dengan antusias.

Selain mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan sampah plastik, warga juga memperoleh pengetahuan praktis mengenai potensi ekonomi dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan Eco Plastic Waste, mahasiswa KKN MIT 21 UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat dapat menerapkan inovasi pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, serta berorientasi pada ekonomi sirkular.

Exit mobile version