SEMARANG, Jatengnews.id – Setahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dinilai menunjukkan sejumlah kemajuan program, meski aspek komunikasi publik masih menjadi perhatian.
Pengamat politik Universitas Diponegoro, Nurhidayat Sardini (NHS), menyebut ada capaian konkret terutama pada sektor infrastruktur dasar dan pelayanan publik.
“Setahun ini ada kemajuan, meski tentu tetap ada kritik,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/2/2026).
Ia menyoroti pembangunan sanitasi dan air bersih di wilayah pesisir serta kantong kemiskinan sebagai program yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Program dokter spesialis keliling atau “Spelling” juga dinilai membantu warga mengakses layanan kesehatan tanpa harus ke kota besar.
Di bidang ekonomi, NHS mencatat penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta pengendalian inflasi yang dinilai cukup baik. “Kalau melihat data BPS, inflasi Jawa Tengah performanya baik,” katanya.
Meski begitu, ia mengingatkan persoalan rob dan kerusakan lingkungan pesisir masih menjadi tantangan. Program penanaman mangrove melalui gerakan “Mageri Segoro” disebut sebagai langkah awal yang positif.
Menurutnya, tantangan utama justru berada pada komunikasi publik. Ia menilai capaian program belum sepenuhnya tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.
“Problemnya bukan pada kerja, tapi komunikasi. Kalau tidak disampaikan secara intensif, publik tidak akan tahu,” tegasnya.
NHS menyarankan agar gubernur dan wakil gubernur lebih aktif membangun komunikasi langsung dengan publik dan media. Dengan penguatan komunikasi, ia meyakini persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah provinsi akan semakin positif.(02)



