26 C
Semarang
, 21 Februari 2026
spot_img

Tanggul Sungai Tuntang di Demak Berhasil Ditutup Total

Proses perbaikan tanggul Sungai Tuntang di Demak terus digesa setelah bencana Banjir Demak. Update terkini di sini.

DEMAK, Jatengnews.id — Hingga hari ketiga, proses penutupan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus dikebut. Saat ini, titik jebolan dilaporkan telah tertutup sepenuhnya, meski progres perbaikan secara keseluruhan baru mencapai sekitar 50 persen.

Perbaikan tanggul Sungai Tuntang dilakukan secara intensif menyusul tingginya curah hujan yang masih mengguyur wilayah Demak dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Tim dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana memastikan bahwa material tanah dan penguatan sementara telah berhasil menutup celah tanggul yang sebelumnya ambrol.

Meski penutupan titik jebolan telah rampung, pekerjaan perbaikan belum sepenuhnya selesai. Tahap selanjutnya, petugas akan melakukan pengerasan dengan pemasangan bronjong di sisi luar tanggul untuk menahan arus sungai. Sementara itu, pada sisi dalam tanggul akan dipasang lapisan penguat atau karpet perkuatan guna memperkokoh struktur tanah dan mencegah rembesan air.

BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, mengatakan bahwa penguatan struktur tanggul masih terus dilakukan meski titik jebolan telah tertutup.

“Dengan tertutupnya titik jebolan, diharapkan risiko luapan air dapat ditekan. Namun petugas tetap melakukan penguatan agar tanggul lebih kokoh dan mampu menahan debit air saat hujan deras,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Percepatan perbaikan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan debit air Sungai Tuntang akibat curah hujan yang masih tinggi, sehingga risiko banjir susulan dapat diminimalkan.

Sementara itu, berdasarkan Infografis Bencana Banjir Kabupaten Demak per 20 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, banjir berdampak pada sekitar 6.084 kepala keluarga atau 20.210 jiwa. Tercatat lebih dari 5.170 rumah masih dalam proses pendataan terdampak, dengan kerusakan juga meliputi 36 tempat ibadah, 27 fasilitas pendidikan, 6 fasilitas kesehatan, 22 TPU, serta lahan pertanian seluas 858 hektare dan 7 hektare tambak ikan. Hingga saat ini, jumlah pengungsi dilaporkan nihil. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN