DEMAK, Jatengnews.id — Banjir yang melanda Kabupaten Demak berdampak serius pada sektor pendidikan.
Sebanyak 27 sekolah di sejumlah kecamatan dilaporkan terdampak genangan air, menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu dan fasilitas sekolah terendam lumpur.
Kepala Dindikbud Demak, Haris Wahyudi Ridwan, menyatakan pihaknya langsung mengambil langkah darurat begitu menerima laporan banjir di lingkungan sekolah.
“Kami minta sekolah segera mengevakuasi dokumen-dokumen penting agar tidak rusak atau hilang,” ujar Haris, Sabtu (21/2/2026).
Selain pengamanan arsip, Dindikbud juga menginstruksikan sekolah untuk melakukan pemantauan kondisi secara berkala.
“Pemantauan dilakukan tiap satu jam, dua jam, sampai empat jam untuk melihat perkembangan banjir dan memastikan keamanan sekolah,” jelasnya.
Haris menegaskan pentingnya pendataan kerugian akibat banjir sebagai dasar penanganan lanjutan.
“Sekolah kami minta segera melaporkan kerugian dan barang-barang yang terdampak agar proses pemulihan bisa cepat dan tepat,” katanya.
Dalam mengatasi dampak banjir, koordinasi antarguru menjadi kunci. Dindikbud Demak menggerakkan solidaritas guru-guru di wilayah terdampak.
“Kami berkoordinasi dengan seluruh guru untuk saling membantu. Ada dukungan tenaga, waktu, bahkan donasi dari rekan-rekan guru yang tergabung dalam PGRI setempat,” ungkap Haris.
Menurutnya, gotong royong tersebut dilakukan secara mandiri dan bersama-sama demi mempercepat pemulihan sekolah.
“Dengan kebersamaan ini, kami optimistis sekolah-sekolah terdampak bisa segera pulih dan kembali beroperasi,” tambahnya.
Saat ini, pembersihan lumpur di ruang kelas dan halaman sekolah masih berlangsung seiring dengan berangsur surutnya genangan di beberapa wilayah. Pemerintah daerah memastikan pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal secepat mungkin. (03)



