
BOGOR, Jatengnews.id – Intensitas hujan yang kian meningkat menuntut kesadaran lingkungan yang lebih tinggi. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri menginisiasi gerakan bersih-bersih drainase di Perumahan Puri Harmoni 5, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Aksi nyata ini bertujuan memperlancar aliran air sekaligus membangkitkan kembali semangat gotong royong warga. Fokus utama kegiatan menyasar pembersihan saluran air yang selama ini tersumbat sampah dan sedimen.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Lawan Genangan
Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan ini melibatkan puluhan warga dari berbagai blok. Berbekal cangkul, sekop, dan penggaruk sampah, warga bahu-membahu bersama mahasiswa KKN mengangkat sedimen lumpur serta sampah domestik yang menyumbat drainase utama.
Mahasiswa pelaksana KKN Mandiri di Desa Mampir merancang program ini setelah melihat kekhawatiran warga terhadap luapan air saat hujan deras. Warga menilai tumpukan lumpur dan sampah plastik membuat saluran air menjadi dangkal, sehingga air tidak mengalir optimal ke pembuangan akhir.
Selain mencegah banjir, aksi ini juga bertujuan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah.
Aksi Nyata di Lapangan
Mahasiswa KKN bersama ketua RT setempat memulai kegiatan pukul 08.00 WIB dengan memetakan titik sumbatan paling parah. Mereka mengeruk endapan tanah yang mengeras di dasar selokan secara manual.
Warga juga memisahkan sampah anorganik seperti botol bekas untuk kemudian diangkut oleh petugas kebersihan desa. Sinergi ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan paling efektif melalui aksi nyata di lapangan.
“Kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak positif. Mereka tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga memotivasi warga agar lebih peduli terhadap kebersihan aliran air di depan rumah masing-masing,” ujar Sugiarto, Ketua RT di Puri Harmoni 5.
Membangun Kesadaran Kolektif
Program KKN Mandiri ini membawa perubahan signifikan. Saluran air kini tampak lebih dalam dan bersih, sehingga arus air yang semula tersendat kembali mengalir lancar.
Lebih dari sekadar kebersihan fisik, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif. Mahasiswa KKN turut mensosialisasikan pentingnya tidak membuang limbah rumah tangga ke selokan serta rutin mengontrol drainase secara mandiri.
Heri Susilo, salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan kegiatan ini secara intensif. Puncak aksi gotong royong massal ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur desa menghadapi puncak musim hujan di wilayah Cileungsi.
Kesimpulan
Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat di Desa Mampir ini menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan. KKN Mandiri terbukti bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi keamanan warga.
Dengan selesainya pembersihan ini, warga berharap Perumahan Puri Harmoni 5 terbebas dari ancaman banjir dan menjadi lingkungan yang lebih sehat. (01).